Banjir di OKI

4 Hari Terendam Banjir, 6.551 Hektare Sawah di OKI Terancam Gagal Panen

Tercatat 10 Januari 2026 ada 4.255 hektare terendam Kecamatan Air Sugihan, Jejawi, Lempuing, Lempuing Jaya dan SP Padang.

Tayang:
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Warga Lempuing
BANJIR - Kondisi banjir yang menggenangi sawah Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, membuat petani merugi akibat terancam gagal panen. 

Ringkasan Berita:
  • Hujan ekstrem menyebabkan banjir merendam hingga 6.551,5 hektare sawah di OKI dalam empat hari, terutama di Lempuing, Lempuing Jaya, dan Mesuji.
  • Pemerintah daerah menetapkan langkah darurat, menyalurkan 142 ton benih, serta mengusulkan tambahan bantuan dari Cadangan Benih Nasional.
  • Meski terancam gagal panen, Pemkab OKI optimistis produksi bisa diselamatkan lewat tanam ulang karena sebagian besar lahan berstatus IP 200–300.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Intensitas hujan ekstrem yang telah mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilirdalam beberapa hari terakhir memicu dampak hebat

Ribuan hektare sawah kini terendam air, melumpuhkan aktivitas pertanian dan mengancam status OKI sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sumatera Selatan.

Data terbaru menunjukkan eskalasi banjir yang terus meningkat drastis, merendam lahan di berbagai kecamatan dan memaksa pemerintah lakukan langkah darurat

Berdasarkan pemantauan dari 113 tenaga penyuluh di lapangan, luas sawah yang terendam banjir terus mengalami kenaikan signifikan hanya dalam kurun waktu empat hari.

Tercatat 10 Januari 2026 ada 4.255 hektare terendam Kecamatan Air Sugihan, Jejawi, Lempuing, Lempuing Jaya dan SP Padang.

Angka melonjak menjadi 6.047 hektare di tanggal 11 Januari 2026 dengan dampak terparah di Kecamatan Jejawi (2.584 hektare).

Selanjutnya tanggal 12 - 13 Januari 2026, total sawah terendam capai titik tertinggi yakni 6.551,5 hektare.

Baca juga: 57 Hektare Sawah di OKI Terancam Gagal Panen Akibat Meluapnya Sungai Hingga Sebabkan Banjir

Baca juga: Petani Padi di Desa Rantau Bayur Banyuasin Terancam Gagal Panen Karena Curah Hujan Tinggi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura OKI, Alexsander Bustomi menyatakan mayoritas lahan terendam berada di pusat produksi padi.

"Dari total sekitar 6.500 hektare yang terdampak, mayoritas berada di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, dan Mesuji. Ketinggian air di lokasi persawahan bervariasi antara 1 hingga 1,5 meter," ungkap Alex sewaktu dihubungi pada Rabu (14/1/2026) pagi.

Pemerintah memberikan perhatian ekstra di Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya. Karena kedua wilayah ini merupakan tumpuan ketahanan pangan Kabupaten OKI yang kini sedang berjuang melawan genangan air.

Meski kondisi terlihat mengkhawatirkan, Alexsander tetap optimis terhadap peluang produksi ke depan.

Hal ini didasari oleh status lahan yang mayoritas sudah memiliki Indeks Pertanaman (IP) 200 hingga IP 300.

"Kami berharap produksi tidak berkurang. Terutama di wilayah Lempuing dan Air Sugihan sudah IP 200, mereka masih memiliki waktu untuk tanam ulang segera setelah lahan mengering," jelasnya.

Saat ini, bantuan bibit sebanyak 142.700 kilogram (142 ton) mulai disalurkan, namun baru mencukupi kebutuhan untuk wilayah Kecamatan Lempuing.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved