Berita Selebriti

Lisa Mariana Sebut Ayu Aulia Kena Karma Usai Kehilangan Rahim, Ngaku Dirinya Pernah Dipaksa Aborsi

Selebgram Lisa Mariana seloroh menyebut Ayu Aulia kena karma kehilangan rahim karena aborsi di masa lalu, dulu pernah menyuruhnya guguri kandungan

Tayang:
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Instagram/lisamarianaaa
KOMENTARI AYU AULIA- Selebgram Lisa Mariana seloroh menyebut Ayu Aulia kena karma setelah kehilangan rahim karena aborsi di masa lalu, dulu pernah menyuruhnya guguri kandungan 

Ia hanya ingin rasa sakitnya diakui dan kebenaran tidak dikubur lewat narasi pencitraan.

Ia mempertanyakan mengapa saat pertemuan di Hotel Fairmont Jakarta, sang Bupati sempat merasa khawatir jika pertemuan mereka direkam. 

Menurut Ayu, sikap denial dan penyangkalan yang dilakukan R sangat tidak terhormat jika dibandingkan dengan kenyataan yang pernah mereka jalani bersama secara sadar.

"Aku tidak butuh pembelaan siapa yang paling benar. Saya hanya ingin Bapak melihat saya sebagai manusia yang benar-benar hancur karena semua ini," tulisnya yang ditujukan langsung kepada sang Bupati.

"Kamu boleh menyebutku masa lalu di depan publik, tapi hati nuranimu tahu kenyataannya. Kejujuran jauh lebih terhormat daripada menyangkal seseorang yang pernah kamu dekati dengan sadar," tegas Ayu.

Ayu menegaskan bahwa dirinya tidak sedang mencari sensasi atau ingin menjatuhkan siapapun secara membabi buta. 

Ia hanya seorang perempuan yang sedang berusaha kuat menghadapi sisa hidupnya yang hancur. 

Ia berjanji akan terus mengungkap fakta-fakta yang ia simpan agar publik tahu siapa sosok Bupati R yang sebenarnya.

Menutup curhatannya, Ayu berharap agar rasa sakit yang ia alami tidak dirasakan oleh perempuan lain, bahkan oleh keluarga sang Bupati sekalipun. 

Ia memilih untuk menyimpan fakta-fakta lebih lanjut yang akan membuktikan siapa sosok R sebenarnya, bukan melalui fitnah, melainkan melalui bukti yang selama ini ia pendam.

Bagi Ayu, kehilangan fisik mungkin berat, namun kehilangan harapan dan harus memperjuangkan agar rasa sakitnya dipercayai adalah beban yang jauh lebih menyesakkan dada.

(*)

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News  

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved