Israel dan Amerika Serang Iran

Tertahan di Makkah, Meisya Siregar Lega Usai 'War Tiket' Imbas Perang Iran Vs AS-Israel

Pasangan artis Meisya Siregar dan Bebi Romeo kini masih berada di kota Mekkah, Arab Suadi di tengah panasnya serangan yang dilancarkan Amerika-Israel

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Instagram/meisya__siregar
TERTAHAN DI MEKKAH - Pasangan artis Meisya Siregar dan Bebi Romeo hingga kini masih berada di kota Mekkah, Arab Suadi di tengah panasnya serangan yang dilancarkan Amerika-Israel terhadap Iran. 

Sebelumnya, Meisya seharusnya dijadwalkan kembali ke Indonesia menggunakan maskapai Emirates dengan transit di Dubai, namun bandara dunia telah menutup akses.

Jubir Kementerian Haji dan Umrah Senin (2/3/2026) Ichsan Marsha mejelaskan jika perang menyebabkan sejumlah penerbangan ditutup.

58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi," ucap Ichsan.

Jalur udara mengkhawatirkan sehingga membuat maskapai penerbangan membatalkan penerbangan.

Langkah Pemerintah 

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah bersikap. 

Imbauan mengenai penundaan pemberangkatan umrah dikeluarkan atas pertimbangan aspek keselamatan dan perlindungan jemaah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Minggu (1/3/2026), dilansir dari Tribunnews.com.

Dikutip dari keterangan resmi Kemenhaj RI, pemerintah juga meminta seluruh jemaah umrah yang saat ini tengah berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik.

Baca juga: AS-Israel Vs Iran Memanas, Nasib 58 Ribu Jemaah Asal Indonesia Tertahan di Arab Saudi

Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri RI berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

Termasuk agar para jemaah umrah tersebut memeroleh akomodasi yang memadai dan aman.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” tambah Dahnil.

Ichsan mengatakan pihaknya berupaya agar para jemaah ini bisa pulang.

"Berkaitan dengan skema, kita akan lakukan koordinnasi dengan PPU selaku penanggung jawab pemberangkatan dan pemulangan jamaah dan juga otoritas penerbangan," katanya.

"Karena ini berkaitan dengan penutupan ruang udara di berbagai negara transit," imbuhnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved