Idul Fitri

Kumpulan Khutbah Idul Fitri yang Membuat Jamaah Menangis 2026, Tersedia PDF

Kumpulan Khutbah Idul Fitri yang Membuat Jamaah Menangis 2026, tersedia PDF referensi bagi khatib atau siapapun membutuhkan.

Tayang:
Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
Tribunsumsel.com/Grafis/Vanda Rosetiati
KHUTBAH IDUL FITRI - Grafis ilustrasi kumpulan khutbah Idul Fitri yang membuat jamaah menangis 2026. Khutbah Idul Fitri ini membahas tentang mempertahankan amal ibadah setelah bulan Ramadan. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Khutbah Idul Fitri adalah ceramah keagamaan yang disampaikan khatib setelah sholat Idul Fitri 2 rakaat dan sebagai rangkaian ibadah. 

Khutbah Idul Fitri bertujuan memberikan wasiat takwa, refleksi spiritual atas ibadah Ramadan, serta pesan moral untuk kembali ke fitrah, saling memaafkan, dan mempererat tali persaudaraan.

Pada artikel kali ini Tribunsumsel.com menyajikan kumpulan khutbah Idul Fitri 2026 yang membuat jamaah menangis. 

Kumpulan khutbah Idul Fitri 1447 H ini membahas tentang mempertahankan amal ibadah setelah bulan Ramadan dan bisa dijadikan referensi bagi khatib atau siapa pun yang membutuhkan. Khutbah terdiri dari tiga bagian yakni pertama pembukaan, kedua isi materi dan ketiga penutupan:

Selengkapnya, Kumpulan Khutbah Idul fitri yang Membuat Jamaah Menangis 2026 untuk Hari Raya Fitri 1 Syawal 1447 H. Di akhir artikel tersedia file PDF siap download. 

____________

Khutbah Idul fitri yang Membuat Jamaah Menangis 2026


1. Pembukaan Khutbah Idul Fitri

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورٍ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أما بعد: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَإِنَّ أَفْضَلَ الْهَدْيِ هَدْى مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah, Allahu Akbar Walillah Ilham,

Bersyukur kepada Allah subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan limpahan nikmat kepada kita
semua. Terutama nikmat Islam kesehatan dan kecukupan, tanpa tiga nikmat tersebut kita akan
kesulitan melaksanakan amal ibadah.

Ma'asyiral muslimin wal muslimat Rohimakumullah..
Hari ini jutaan umat muslim di berbagai belahan dunia tengah bergembira mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil sebagai wujud syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Mereka bergembira menyambut datangnya hari kemenangan. Namun ketahuilah Allah tidak menjadikan hari raya besar ini kecuali dua tujuan yang agung.

Pertama, agar manusia bersyukur dan bertakbir memuji Allah Ta'ala atas segala nikmat yang telah
diberikan selama bulan Ramadhan. Yang mana pada bulan tersebut kita telah dimudahkan dalam
melaksanakan ibadah puasa, mengamalkan sholat malam, membaca al quran, berangkat solat subuh lebih awal dan lain sebagainya.

Allah subhanahu wa taala berfirman,

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

 

"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al Baqarah: 185)
Yang kedua agar umat Islam merayakan hari kemenangan ini dengan rasa bahagia dan senang, namun masih dalam batas-batas syariat Islam. Berpakaian sesuai syari, berakhlak karimah dan tidak berlebihan dalam menghamburkan harta (mubadzir).

Allah Azza wa Jalla berfirman dalam surat al-Maidah:


قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ
وَأَضَلُّوا

"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus" (Qs. Al Maidah: 77)

Itulah dua tujuan Allah menjadikan hari raya Idul Fitri untuk kaum muslimin. Jamaah yang ada di sini wajib memperhatikan dan menjaganya supaya Idul Fitri kita lebih berkah berbuah pahala.

2. Isi Khutbah Idul Fitri Singkat dan Sedih

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar Walillah Ilham..

Sungguh bulan Ramadhan adalah musim yang sangat agung untuk membiasakan diri dalam ketaatan dan berlomba lomba dalam kebaikan. Akan tetapi sekarang Ramadhan telah meninggalkan kita dan ia akan menjadi saksi di hadapan Allah ta'ala atas segala yang telah kita lakukan di bulan tersebut. Tidak ada yang tersisa sedikitpun dari bulan Ramadan kecuali catatan amal yang akan diperlihatkan pada hari kiamat nanti.

Ibarat seorang pedagang yang telah menyelesaikan perniagaannya, dia akan menghitung berapa keuntungan dan kerugian yang ia dapatkan. Begitu pula dengan kita hari ini, setelah menyelesaikan rutinitas ibadah puasa kini saatnya bermuhasabah dan merenung apakah amalan kita di bulan puasa diterima Allah atau tidak.

Ma'asyiral mislimin wal muslimat Rahimakumullah,

Ketahuilah bahwa diterima atau tidaknya suatu amalan ditandai oleh amal shalih yang berkelanjutan. Ada sebuah ungkapan yang disampaikan oleh para ulama seperti Ibnu Katsir dalam kitabnya Al Qur'an Al Azim di tafsir surat al-Lail, diungkapkan juga oleh Ibnu Rajab Al Hambali dalam Latif Latif Al Ma'arif,

إِنَّ مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةَ بَعْدَهَا، وَإِنَّ مِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ بَعْدَهَا

"Sesungguhnya diantara balasan amalan kebaikan adanya kebaikan selanjutnya dan diantara balasan amalan keburukan adanya amalan kejelekan setelahnya"

Sehingga sangat disayangkan jika ada seorang muslim yang meninggalkan amal shalih setelah bulan Ramadan. Seolah olah mereka tidak mengenal Allah kecuali hanya di bulan Ramadhan saja.

Syaikh Abdul Razaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafudzahullah menyampaikan dalam Khutbahnya yang sangat mengharukan:

Wahai kalian yang masih mengingat Ramadhan! Engkau mempunyai tuhan yang disembah dan ditaati, tapi mengapa kau lupakan setelah Ramadhan?

Wahai kalian yang mengingat Ramadhan! Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kalian sholat lima waktu di masjid masjid, namun mengapa kalian lupa atau pura-pura lupa setelah bulan Ramadan?

Wahai kalian yang mengingat Ramadhan! Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kemaksiatan tapi mengapa itu semua dilupakan setelah bulan Romadhon?

Wahai kalian sesungguhnya kalian tahu di depan kalian ada Surga dan Neraka, ada nikmat atau siksaan. Tapi mengapa engkau lalai dengan itu semua setelah Ramadhon?

Wahai kalian yang selalu memenuhi masjid dan membaca al-Quran, apakah kalian akan menghilang setelah Ramadhan?

Sungguh heran dengan keadaan seorang mukmin yang tidak mengingat Allah kecuali di bulan Ramadhan. Celakalah dia."

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahualbar walillahilham...

Jamaah solat led' Rahimakumulllah...

Sungguh kerugian besar jika amal ibadah kita tidak diterima, dosa dosa tidak diampuni tapi ternyata tahun depan tidak bisa menjumpai bulan puasa lagi. Inilah yang membuat para ulama khawatir. Kebanyakan mereka selalu mengungkapkan rasa khawatir dan sedih saat berpisah dengan bulan Ramadhan.
Salah satunya Ibnu Rajab rahimahullah beliau mengatakan,

كَيْفَ لَا تَجْرِى لِلْمُؤْمِنِ عَلَى فِرَاقِهِ دُمُوعِ وَ هُوَ لَا يَدْرِي هَلْ بَقِيَ لَهُ فِي عُمْرِهِ إِلَيْهِ رُجُوع

"Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak berlinang kala berpisah dengan bulan Ramadhan. Sementara dia tidak mengetahui tersisa dari umurnya untuk kembali bertemu dengannya."

Berkata juga sebagian salaf lainnya,

لَوْ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ تَقَبَّل مِنِّي مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ لَتَمَنَّيْتُ الْمَوْتَ

"Seandainya aku tahu bahwa Allah menerima amalanku walau seberat biji khordzal (biji yg sangat kecil seperti biji sawi), pasti aku akan berangan kematian"

Oleh sebab itu Ramadhan kemarin harus bisa memberi perubahan pada diri kita masing-masing ke arah yang lebih baik. Selalu istiqomah dalam beribadah dan tidak mengerjakan kemaksiatan selepas bulan Ramadhan.

Sungguh tidak ada yang tahu apakah kita masih bertemu dengan Ramadan Ramadan berikutnya. Sungguh kita juga tidak tahu apakah masih bisa sujud, ruku, menangis di malam malam bulan
Ramadan.

Mari di hari kemenangan ini kita buka lembaran baru. Bersiap menghadapi tantangan baru yang akan hadir kembali. Sebab belenggu-belenggu setan telah terlepas. Membuat para pelaku maksiat kembali leluasa melancarkan godaan-godaannya. Jadilah muslim yang istiqamah.

Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar walillahilham...

Kepada para ibu-ibu sekalian, ketahuilah saat khutbah ied, Nabi-shallallahu alaihi wasallam- pernah memberikan nasehat khusus untuk para wanita. Dari sahabat Jabir bin Abdullah -rdhiyallahuanhu-, diceritakan nabi mendekat ke arah jamaah wanita. Kemudian beliau menasehati dan mengingatkan wanita seraya bersabda,

تَصَدَّقْنَ فَإِنَّ أَكْثَرَكُنَّ حَطَبُ جَهَنَّم

"Hendaknya kalian (para wanita) bersedekah, sesungguhnya kalian adalah mayoritas bahan bakar (penghuni) neraka Jahannam"

Mendengar nasihat nabi tersebut, salah seorang wanita berdiri dengan kedua pipinya kehitaman dan bertanya, "Kenapa Wahai Rasulullah?"

Maka nabi menjawab,

لِأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرِ

"Karena kalian sering mengeluh dan banyak mengingkari kebaikan suami". [HR. Muslim: 885]
Untuk itu buat kalian para wanita, janganlah mengingkari kebaikan suami, jangan pula mengeluh kepada suami, mengeluh tentang keadaan suami. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah sementara dan penuh dengan kesulitan.

Ingatlah suami kalian adalah surga atau neraka kalian. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ أَوْ نَارُكِ

"Sesungguhnya suamimu adalah Surgamu atau Nerakamu" (HR. Ahmad)

Apabila engkau mendapati suamimu ridho kepadamu dan melihat engkau sebagai istri yang sabar serta tabah dalam menjalani kehidupan dalam berkeluarga, maka sesungguhnya engkau sedang membuka pintu surga lebar lebar.

3. Penutupan Khutbah Idul Fitri 1447 H/2026 M

Sebelum kami akhiri kembali mengingatkan agar meluruskan niat dalam berhari raya. Perbanyak syukur, tahmid, takbir dan jangan melampaui batas. Berpakaian syari dan berakhlak mulia.

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

"Pendengaran, penglihatan dan semua anggota badan akan dimintai pertanggungjawaban" (Qs. Al Isra: 36)

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِأَنَّا نَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ.
يَامَنَّانُ يَا بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ يَا ذَا الْجَلالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَمُنَّ عَلَيْنَا بِمَحَبَّتِكَ وَالْإِخْلَاصِ لَكَ وَمَحَبَّةِ رَسُولِكَ وَالاتْبَاعِ لَهُ وَمَحَبَّةِ شَرْعِكَ وَالتَّمَسُّكِ بِهِ
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرَّفَ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَالْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرِّ.
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ، تَقَبَّلَ اللهُ طَاعَاتِكُمْ، تَقَبَّلَ اللَّهُ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا، سُجُودَنَا وَرُكُوعَنَا، تِلأَوَتَنَا وَتَخَشُعَنَا، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبٌ، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Untuk file PDF klik Khutbah Idul Fitri 2026 Membuat Menangis

===

Demikian ulasan Kumpulan Khutbah Idul fitri yang Membuat Jamaah Menangis 2026, Tersedia PDF.

Baca juga: Bayi Baru Lahir Wajibkah Bayar Zakat Fitrah? Hukumnya Menurut Penjelasan Ulama 4 Mazhab

Baca juga: Niat Zakat Fitrah untuk Anak Sendiri, Laki-laki dan Perempuan, Ibadah Wajib Bulan Ramadhan 2026

Baca juga: Doa Niat Membayar Zakat Mal, Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan Lengkap

Baca berita dan artikel lainnya langsung dari google  news

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved