PPG

Contoh Tugas Mandiri Pengembangan Perangkat Pembelajaran Topik 1-8, Modul 3 PPP PPG Kemenag 2025

Artikel berikut memuat Contoh Tugas Mandiri Pengembangan Perangkat Pembelajaran Topik 1-8, Modul 3 PPP PPG Kemenag 2025. 

Tayang:
Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
GRAFIS TRIBUN SUMSEL/VANDA
TUGAS MANDIRI - Contoh Tugas Mandiri Pengembangan Perangkat Pembelajaran Topik 1-8, Modul 3 PPP PPG Kemenag 2025. Tugas Mandiri PPP dikerjakan di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) masing-masing melalui sistem informasi (LMS) yang telah disediakan. 

 

e. Pengembangan Modul Ajar yang Inovatif dan Berpusat pada Peserta Didik 

Modul ini membahas berbagai pendekatan inovatif dalam pengembangan modul ajar, seperti Problem Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), Differentiated-Based Learning (DBL), TPACK, dan Deep Learning (DL). 

Pendekatan-pendekatan ini menekankan pada keterlibatan aktif peserta didik, pemecahan masalah, proyek nyata, diferensiasi pembelajaran, integrasi teknologi, dan pembelajaran mendalam. 

Pengembangan modul ajar yang inovatif bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna, relevan, dan mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan dunia nyata.

 

2. Materi/ Konsep yang Menimbulkan Miskonsepsi/ Salah Mengerti dari Topik 1 s.d 8 Modul Pengembangan Perangkat Pembelajaran PPG Kemenag 2025 adalah:

 

a. Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Miskonsepsi: CP seringkali disalahartikan sebagai tujuan pembelajaran yang harus dicapai dalam satu pertemuan, padahal CP adalah kompetensi yang ditargetkan untuk dicapai pada akhir fase pembelajaran. ATP juga kadang dianggap sebagai urutan materi yang kaku, bukan sebagai fleksibilitas dalam mengurutkan tujuan pembelajaran.
  • Penjelasan: CP adalah kompetensi yang ditargetkan di akhir fase, bukan harian. ATP adalah urutan tujuan pembelajaran yang fleksibel, bisa diurutkan dari konkret ke abstrak, mudah ke sulit.

 

b. Asesmen Formatif dan Sumatif

  • Miskonsepsi: Asesmen formatif sering dianggap hanya sebagai kuis atau tugas ringan, sedangkan sumatif dianggap sebagai ujian akhir yang menentukan nilai.
  • Penjelasan: Asesmen formatif adalah asesmen berkelanjutan selama proses pembelajaran untuk memberi umpan balik kepada siswa dan guru. Asesmen sumatif adalah evaluasi pencapaian tujuan pembelajaran setelah unit selesai.

 

c. Diferensiasi Pembelajaran

  • Miskonsepsi: Diferensiasi pembelajaran sering disamakan dengan memberikan tugas yang berbeda kepada setiap siswa, yang dianggap merepotkan dan sulit dilakukan.
  • Penjelasan: Diferensiasi adalah pendekatan untuk memenuhi kebutuhan, minat, dan kemampuan individu siswa. Ini bisa dilakukan dengan memvariasikan konten, proses, produk, atau lingkungan belajar. Tujuannya bukan sekadar memberi tugas beda, tapi menciptakan pembelajaran yang efektif untuk semua siswa.

 

d. Modul Ajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  • Miskonsepsi: Modul ajar dianggap sama dengan RPP, hanya istilah yang berbeda.
  • Penjelasan: Modul ajar lebih lengkap dari RPP, mencakup media dan instrumen asesmen. RPP lebih sederhana dan fokus pada rencana pelaksanaan.
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved