PPG

Contoh Tugas Refleksi Modul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Topik 1, PPG Kemenag 2025

Artikel berikut Contoh Tugas Refleksi Modul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Topik 1, PPG Kemenag 2025. 

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
GRAFIS TRIBUN SUMSEL/VANDA
REFLEKSI TOPIK 1 - Contoh Tugas Refleksi Modul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Topik 1, PPG Kemenag 2025. Topik 1 membahas tentang Analisis Capaian Pembelajaran (CP) dan Pengembangan Tujuan Pembelajaran (TP). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Artikel berikut Contoh Tugas Refleksi Modul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Topik 1, PPG Kemenag 2025. 

Bapak/ibu guru peserta PPG Kemenag 2025 Batch 3 yang sudah menyelesaikan Topik 1 sampai 8 Modul 3 Pengembangan Perangkat Pembelajaran (PPP) maka tahapan berikutnya adalah Tugas Mandiri dan Tugas Refleksi. 

Berikut ini Contoh Tugas Refleksi Modul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Topik 1 Analisis Capaian Pembelajaran (CP) dan Pengembangan Tujuan Pembelajaran (TP) untuk dikerjakan di laman lms.ppgkemenag.id. (Kunci jawaban PPG Kemenag 2025 lainnya klik di sini)

Jawaban ini diolah dari laman scribd akun sumiati albi dan diakses Sabtu, 20 September 2025. 

________

TUGAS REFLEKSI

Modul Pengembangan Perangkat Pembelajaran 

Topik 1: Analisis Capaian Pembelajaran (CP) dan Pengembangan Tujuan Pembelajaran (TP)


1. Analisis Implementasi/Penerapan Materi

Implementasi materi pengembangan perangkat pembelajaran mengharuskan guru untuk menyusun dokumen pembelajaran yang berbasis kurikulum dan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), serta Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). 

Dalam praktiknya, guru harus mampu menerjemahkan kurikulum ke dalam perangkat pembelajaran seperti RPP, modul ajar, bahan ajar, serta asesmen yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Sayangnya, masih banyak guru yang membuat perangkat hanya sebagai formalitas administrasi, bukan sebagai alat bantu reflektif dalam mengajar.

 

2. Pengalaman Praktis

Pengalaman Mendukung:

Saat menerapkan Kurikulum Merdeka di kelas, saya menyusun modul ajar berbasis CP dan ATP. Saya menemukan bahwa dengan merancang tujuan pembelajaran secara lebih rinci dan menyusunnya secara logis dalam ATP, pembelajaran menjadi lebih terarah dan efektif. Siswajuga lebih mudah memahami proses belajar karena kegiatan belajar disusun bertahap dan relevan.

Pengalaman Bertentangan:

Namun di awal penerapan, saya (dan banyak rekan guru) hanya menyalin perangkat pembelajaran dari tahun sebelumnya tanpa menyesuaikan dengan struktur CP-TP-АТР. Akibatnya, kegiatan pembelajaran terasa kurang terarah, dan asesmen yang dilakukan tidak sepenuhnya mengukur tujuan yang ditetapkan.

 

3. Tantangan dan Hikmah (Lesson Learned)

Tantangan yang Dihadapi:

  • Pemahaman konsep CP, TP, dan ATP yang masih kurang.
  • Waktu penyusunan perangkat yang terbatas, karena beban administrasi lainnya.
  • Kurangnya pelatihan praktis, sebagian besar bersifat teoritis.
  • Ketidaksesuaian antara perangkat dan kondisi nyata di kelas (misalnya keterbatasan sarana/prasarana).
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved