Berita Palembang
Warga Resah, Truk Raksasa Heavy Duty Melintas di Jalan Muara Enim, Gubernur Sumsel Diminta Bertindak
SIRA menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada langkah nyata dari pemerintah.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Puluhan aktivis Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, menuntut ketegasan pemerintah atas melintasnya empat unit truk Heavy Duty (HD) di jalan umum beberapa waktu lalu.
Dalam aksi tersebut, SIRA menuding adanya pembiaran dari dinas terkait yang menyebabkan truk raksasa itu dapat melintas dengan leluasa di Jalan Mayor Tjik Agus Kiemas, kawasan Islamic Center Muara Enim, jalur yang jelas tidak sesuai kelas jalan.
Tidak sampai disitu, skenario pengangkutan truk tersebut sebelum meluntas di jalan umum, mulai dari pelayaran melintasi sungai musi, menurut SIRA harus diusut tuntas dan ditindak oleh Aparat Penegak Hukum (APH).
Direktur Eksekutif SIRA, Rahmat Sandi, menegaskan bahwa kejadian ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan indikasi lemahnya pengawasan pemerintah dan dugaan adanya oknum yang sengaja menutup mata.
“Tidak mungkin truk raksasa itu melintas tanpa ada yang membekingi. Kami menduga ada pembiaran serius. Karena itu, kami minta Gubernur mencopot Kadishub Sumsel, karena ini bukan kali pertama terjadi kecolongan seperti ini,” kata Rahmat, Kamis (4/12/2025).
Baca juga: Warga Muara Enim Resah Kendaraan Berat Bebas Melintas di Jalan Kabupaten Tanpa Ijin
Baca juga: Massa dari SIRA Bakal Demo di Pemprov Sumsel, Protes Truk Besar Melintas di Jalan Kota Muara Enim
Oleh sebab itu, SIRA meminta Gubernur Sumsel Herman Deru membentuk tim investigasi independen untuk mengusut dugaan kelalaian instansi terkait, mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas PU, hingga pengawasan lapangan, termasuk melibqtkan APH dalam skandal ini.
“Tujuannya jelas, kami mendengar suara dari masyarakat. Terkait keamanan, kenyamanan dan keselamatan berkendara. Jika truk itu melintas, jalan dan fasilitas umum jadi rusak. Untuk itu masyarakat butuh jaminan bahwa tidak ada perusahaan yang kebal hukum,” katanya.
Aksi sempat memanas setelah massa mengaku tidak mendapat respons dari pihak Dishub Sumsel, sehingga puluhan demonstran menerobos masuk ke area perkantoran gubernur.
SIRA menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada langkah nyata dari pemerintah.
“Jika tuntutan kami diabaikan, kami akan turun lagi. Ini soal hak masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Kabid Angkutan Jalan Dishub Sumsel, R. A Fansyuri yang menerima massa aksi tersebut berjanji akan membawa aspirasi tersebut kepada pimpinan.
"Terima kasih atas perhatian dari seluruh massa aksi SIRA. Tuntutan ini akan kamis segera sampaikan ke pimpinan," katanya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Harga TBS Sawit Sumsel Periode Mei 2026 Melorot, Tertinggi Kini Rp3.905 per Kg |
|
|---|
| Juru Parkir Ilegal di CFD Viral Minta Bayar Rp5 Ribu, Dishub Palembang Ngaku Hanya Bisa Beri Imbauan |
|
|---|
| Warga Palembang Bebas Bayar PBB Rumah Hingga Rp500 Ribu, Cek Syarat dan Ketentuannya |
|
|---|
| Ngaku Butuh Ongkos Pulang, Pria Asal Betung Bongkar Kotak Amal Masjid di Palembang, Ditangkap Warga |
|
|---|
| KAI Divre III Palembang Siapkan 21.696 Tempat Duduk Sambut Libur Panjang Kenaikan Isa Al Masih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Warga-Resah-Truk-Raksasa-Heavy-Duty-Melintas-di-Jalan-Muara-Enim-Gubernur-Sumsel-Diminta-Bertindak.jpg)