Berita Palembang

84 Rumah Sakit di Sumsel Telah Disiapkan Untuk Program Road to Health Tourism 2026

Ia menjelaskan, bahwa konsep wisata kesehatan tidak hanya mencakup layanan medis, tetapi juga layanan berbasis budaya lokal.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com
ILUSTRASI - 84 Rumah Sakit di Sumsel Telah Disiapkan Untuk Program Road to Health Tourism 2026 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan 84 rumah sakit sebagai langkah awal peluncuran  program Road to Health Tourism yang direncanakan pada Januari 2026.

Program ini digagas untuk menjadikan Sumsel sebagai salah satu tujuan wisata kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman mengatakan, pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan guna mematangkan konsep serta teknis pelaksanaan.

"Berbagai rapat dan penyusunan data  sudah berjalan. Sekarang sedang melengkapi datanya. Rencananya awal Januari 2026 akan dilaunching Road to Health Tourism,” kata Trisnawarman, Minggu (30/11/2025).

Ia menjelaskan, bahwa konsep wisata kesehatan tidak hanya mencakup layanan medis, tetapi juga layanan berbasis budaya lokal.

Penggabungan layanan medis dan tradisi lokal diharapkan mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

"Saat ini, sebanyak 84 rumah sakit di Sumsel baik milik pemerintah maupun swasta tengah disiapkan untuk mendukung program ini. Untuk itu peralatan medis dan sarana rumah sakit di Sumsel terus ditingkatkan," katanya. 

Dari sisi fasilitas, Trisnawarman memastikan peralatan medis dan sarana rumah sakit di Sumsel terus ditingkatkan secara bertahap hingga 2030.

Rumah sakit unggulan diprioritaskan untuk melengkapi kebutuhan tenaga medis dan alat kesehatan.

Sejumlah rumah sakit disebut telah menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk RSUD Siti Fatimah yang dipersiapkan menjadi rumah sakit rujukan utama dalam implementasi health tourism. 

"Dua rumah sakit tipe A di Palembang, yakni RSUP/RSMH Palembang dan RSUD Siti Fatimah, juga dinilai siap menjadi penopang utama program tersebut. Dua RS tersebut bisa mengakomodasi kebutuhan rujukan,” katanya.

Sementara ketersediaan dokter spesialis dinilai sudah memadai, sedangkan pemenuhan tenaga subspesialis masih terus dilakukan untuk beberapa daerah. Program ini akan dijalankan secara bertahap sambil melengkapi fasilitas dan SDM kesehatan di seluruh Sumsel.     

Baca juga: Setiap Tahun 1 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, ARSSI Dukung Wujudkan Health Tourism Sumsel

Baca juga: Buka IDI Fun Run 2025, Gubernur Herman Deru Gaungkan Sumsel Health Tourism

Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, Gen A, Gen Z, dan Milenial akan menjadi penentu arah In-donesia Emas 2045. 

"Kita punya modal luar biasa. Infrastruktur ada, SDM kesehatan siap, layanan unggu-lan di berbagai rumah sakit pun sudah tersedia. Bahkan Sumsel punya layanan yang tidak dimiliki provinsi lain," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved