Berita Palembang

Berkaca dari Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar, Walhi Sumsel Desak Pemerintah Segera Bertindak

Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumsel berduka atas bencana yang dirasakan oleh masyarakat Aceh, Sumut dan Sumbar.

Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
SRIPOKU/EHDI
BENCANA EKOLOGIS -- Banjir bandang di Kabupaten Lahat, Sumsel beberapa waktu lalu. Walhi Sumsel mendesak pemerintah setempat segera mengambil tindakan agar bencana ekologis seperti di Aceh, Sumut dan Sumbar tak terjadi di Sumatera Selatan. 
Ringkasan Berita:
  • Walhi Sumsel mengungkap keprihatinan dengan bencana alam di Aceh, Sumut dan Sumbar
  • Diketahui, sejumlah wilayah Sumsel juga rawan terjadi bencana ekologis
  • Walhi Sumsel mendesak pemerintah segera menghentikan penambangan batubara, pembukaan lahat gambut dan segera merehabilitasi DAS di Sumsel
 

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumsel berduka atas bencana yang dirasakan oleh masyarakat Aceh, Sumut dan Sumbar.

Direktur WALHI Sumsel Yuliusman MH mengatakan, bencana banjir yang terjadi di tiga provinsi di pulau Sumatera merupakan bencana ekologis akibat rusaknya sumberdaya alam dari praktek pembangunan yang eksploitatif.

Bencana ekologis adalah bencana yang terjadi akibat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia, bukan semata-mata karena faktor alam.

Kejadian serupa juga sering terjadi di Sumsel seperti banjir di Musi Rawas, Muratara, Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin, Pagar Alam,  Banyuasin, OKU dan Kota Palembang.

"Perlu segera dilakukan tindakan antisipatif dari pemerintah terhadap wilayah yang rawan banjir dan longsor," ujar Yuliusman, Sabtu (29/11/2025).

Baca juga: Mengenal Siklon Tropis Senyar Jadi Penyebab Hujan Lebat Hingga Banjir di Aceh, Sumut Hingga Sumbar

Selain dia mengatakan harus dilakukan aksi siaga di wilayah rawan tersebut untuk meminimalisir terjadinya korban.

Potret meluasnya banjir yang terjadi di pulau Sumatera menuntut kita untuk mendesak pemerintah agar segera menghentikan penambangan Batubara, pembukaan lahan gambut dan segera merehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di Sumsel.

Penambangan baru bara dinilai merusak lahan karena mengeruk lahan dan membuat hutan gundul dan juga merehabilitasi DAS karena banyak DAS yang hilang juga dangkal sehingga aliran air tersendat.

 

 


Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved