Berita Palembang

Truk Dirusak, Uang Dirampas, Warga Muara Enim Lapor Dikeroyok Diduga Sekuriti, Disebut Curi Sawit

Mintaria warga Muara Enim melapor ke SPKT Polda Sumsel, Jumat (28/11/2025) karena dikeroyok diduga sekuriti perusahaan sawit.

Tayang:
Tribunsumsel.com/Rachmad Kurniawan
LAPOR POLISI -- Ade Oktaria (kanan) didampingi penasihat hukumnya membuat laporan ke SPKT Polda Sumsel terkait dugaan pengeroyokan yang dilakukan sejumlah oknum sekuriti perusahaan kebun sawit di Muara Enim terhadap ayahnya, Jumat (28/11/2025). Ia mengaku sebelum dikeroyok ayahnya membeli berondolan sawit dari Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir. 

Ringkasan Berita:
  • Mintaria warga Muara Enim melapor ke SPKT Polda Sumsel karena dikeroyok diduga sekuriti perusahaan sawit
  • Permasalah bermula setelah dia dituduh mencuri sawit lalu dikeroyok bersama temannya
  • Mintaria disebut mengalami trauma setelah kejadian itu

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Seorang pria asal Muara Enim bernama Mintaria melapor telah menjadi korban pengeroyok oleh sejumlah orang yang diduga sekuriti perusahaan sawit setelah dituduh mencuri. 

Mintaria melalui kuasa hukum dan anaknya melaporkan pengeroyokan yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, Jumat (28/11/2025).

Dikatakan, aksi pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Pertamina Tanjung Kemala, Lubai, Kabupaten Muara Enim, pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 02:15 WIB.

Saat itu Mintaria bersama rekannya, Saiful, hendak pulang usai membeli berondolan sawit yang didapat dari Desa Kayu Ara Kuang, Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir. Sawit itu ia beli dari seseorang bernama Sani.

Namun dalam perjalanan, keduanya dicegat beberapa sekuriti perusahaan kebun sawit.

Tanpa banyak tanya, para terlapor disebut merusak kaca depan truk korban dan langsung mengeroyok Mintaria serta rekannya. Uang milik korban sebesar Rp 4 juta juga dikabarkan diambil.

Kuasa hukum korban, Angga Saputra, menyampaikan bahwa kliennya dipaksa mengakui telah mencuri sawit milik perusahaan, padahal kliennya mengaku sawit tersebut dibeli dari Ogan Ilir bukan di Muara Enim.

"Dalam perjalanan ia dicegat oleh lima orang dan dituduh mencuri, lalu terlapor memukul korban. Selain pemukulan juga ada perusakan truk dengan memecahkan kaca dan mengambil uang milik korban," ujar Angga mendampingi anak korban membuat laporan di SPKT Polda Sumsel, Jumat (28/12/2025).

Baca juga: Hamil 1 Bulan, IRT di Palembang Lapor Polisi Dianiya Suami Siri, Sebut Jari Anak Pernah Dipotong

Tidak berhenti di lokasi kejadian, Mintaria kemudian dibawa ke Polsek Muara Kuang. Di tempat itu, korban kembali diduga mengalami penganiayaan, termasuk disundut rokok pada beberapa bagian tubuh. 

Kondisi korban disebutkan mengalami lebam dan luka di kepala. Saat ini Mintaria berada di Lapas Tanjung Raja dengan status titipan.

"Kuat diduga yang mengeroyok adalah sekuriti. Sedangkan untuk yang lain masih kami pastikan lagi, jika ada temuan (pelanggaran SOP) tersebut kami akan melakukan upaya hukum lain," katanya.

Anak korban, Ade Oktaria (28), mengatakan ayahnya mengalami trauma berat usai kejadian tersebut. Sehari-hari ayahnya mencari uang dengan mengumpulkan sawit.

"Ayah dipukul, disiksa, bahkan disundut rokok. Punggungnya penuh bekas sundutan api rokok. Ayah takut bertemu lagi dengan para sekuriti itu," kata Ade.

Dari peristiwa itu, sang ayah mengalami trauma ketika dijumpai di Polsek. Trauma yang dialami Mintaria, khawatir jika sekuriti kembali mendatanginya ke Polsek untuk memukulinya lagi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved