Harga Pertamax Naik
Lipsus : Harga Pertalite Eceran di Musi Rawas Jadi Rp13 Ribu/Liter, Penguna Pertamax Migrasi Massal
Yono, salah seorang pengendara sepeda motor asal Desa Mataram, menuturkan betapa sulitnya memperoleh Pertalite dengan harga resmi subsidi saat ini.
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga Pertamax Rp16.650 per liter memicu banyak warga di Sumsel beralih ke Pertalite, sehingga antrean panjang terjadi di SPBU di Musi Rawas, Musi Banyuasin, hingga Palembang.
- Kelangkaan Pertalite di SPBU membuat harga BBM eceran naik dari Rp12.000 menjadi Rp13.000 per liter, menambah beban pengeluaran masyarakat.
- Warga berharap pemerintah menormalkan distribusi Pertalite dan mengevaluasi kebijakan BBM agar antrean serta dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat tidak semakin parah.
TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU — Gelombang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax memicu efek domino yang kian nyata di tingkat akar rumput Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). Sulitnya mendapatkan Pertalite dengan harga normal kini menjadi persoalan krusial yang melanda sejumlah daerah, seperti Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Masyarakat kini dihadapkan pada dua pilihan dilematis: menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean yang mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), atau merogoh kocek lebih dalam untuk membeli Pertalite eceran yang harganya telanjur melambung.
Musi Rawas: Terjebak Antrean dan Efek Domino ke Sektor Pertanian
Berdasarkan pantauan langsung tim Sripoku.com di SPBU Desa Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, antrean kendaraan roda dua tampak mengular panjang hampir setiap hari. Para pengendara harus rela berdiri dan mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.
Yono, salah seorang pengendara sepeda motor asal Desa Mataram, menuturkan betapa sulitnya memperoleh Pertalite dengan harga resmi subsidi saat ini.
"Sekarang sulit, Mas. Harus antre panjang hingga berjam-jam di SPBU untuk mendapatkan Pertalite," keluhnya saat ditemui di lokasi, Selasa (16/6/2026).
Menurut Yono, pasokan Pertalite di tingkat pedagang eceran sebenarnya masih tersedia. Namun, harganya kini telah merangkak naik dari yang biasanya Rp12.000 per liter menjadi Rp13.000 per liter. Kenaikan sepihak ini disinyalir terjadi karena para pengecer memanfaatkan momentum langkanya pasokan di SPBU.
"Padahal sebenarnya harga resmi di SPBU tidak naik. Mungkin karena sulit didapatkan, para pedagang eceran ikut menaikkan harga," lanjutnya.
Fenomena ini diperparah oleh kebijakan penyesuaian harga Pertamax baru-baru ini. Banyak pemilik kendaraan yang sebelumnya setia menggunakan Pertamax, kini memilih berbalik arah (migrasi) mengonsumsi Pertalite.
"Di SPBU Mataram ini hampir setiap hari terjadi antrean panjang. Ditambah sekarang harga Pertamax naik, semakin banyak warga yang beralih ke Pertalite," jelas Yono.
Keluhan senada diutarakan oleh Dadang, warga Desa F. Trikoyo. Selisih harga yang mencapai Rp3.000 per liter antara SPBU dan harga eceran terbaru membuat Dadang terpaksa meluangkan waktu ekstra untuk mengantre di pom bensin.
"Walaupun di eceran hanya naik Rp1.000, bagi kami tetap terasa berat. Jadi sekarang lebih baik mengantre di SPBU karena selisih harganya lumayan jauh," kata Dadang.
Warga sangat berharap Pemerintah Pusat segera turun tangan mengevaluasi kuota ketersediaan BBM subsidi di tiap daerah. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, dampak sistemisnya diyakini akan mengganggu stabilitas ekonomi lokal.
"Mudah-mudahan keluhan masyarakat ini didengar oleh pemerintah. Sebab, kelangkaan dan kenaikan harga BBM di tingkat eceran tentu berpengaruh terhadap seluruh sektor, termasuk sektor pertanian di Tugumulyo. Harga kebutuhan pokok otomatis ikut naik," pungkasnya.
Baca juga: Antrean di SPBU Makin Panjang, Harga Pertalite Eceran di Lubuklinggau Naik Jadi Rp15 Ribu per Liter
Baca juga: Harga Pertalite Eceran di Musi Rawas Tembus Rp13 Ribu per Liter, Antrean di SPBU Makin Panjang
Membeli Waktu demi Tuntutan Kerja
Kondisi yang tidak jauh berbeda terjadi di Ibu Kota Kabupaten Musi Banyuasin, Sekayu. Sulitnya mendapatkan Pertalite di SPBU setempat memicu lonjakan harga di tingkat pengecer menjadi Rp13.000 per liter. Namun, berbeda dengan warga Musi Rawas yang memilih bertahan di jalur antrean, sebagian warga Sekayu justru memilih mengalah pada keadaan demi efisiensi waktu.
Eksklusif
Multiangle
Meaningful
Harga Pertamax Naik
Palembang
Liputan Khusus Tribun Sumsel
Aku Lokal Aku Bangga
Lokal Bercerita
mata lokal menjangkau indonesia
Pertalite
| Antrean di SPBU Makin Panjang, Harga Pertalite Eceran di Lubuklinggau Naik Jadi Rp15 Ribu per Liter |
|
|---|
| Harga Pertalite Eceran di Musi Rawas Tembus Rp13 Ribu per Liter, Antrean di SPBU Makin Panjang |
|
|---|
| Imbas Pertamax Naik, Warga Palembang Antre Panjang Sejak Subuh Demi Dapat Pertalite di SPBU |
|
|---|
| Harga Pertamax Melonjak, Kadin Sumsel Ungkap Sektor Logistik, UMKM Terjepit Efisiensi, Tahan Tarif |
|
|---|
| Efek Domino Kenaikan Pertamax di Muba, Pertalite Langka hingga Ongkos Travel Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Yuliani-pengendara-sepeda-motor-membeli-Pertalite-eceran-di-Muba.jpg)