Berita Palembang
Hadapi Karhutla 2026, GPI Perkuat Kolaborasi dan Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Potensi Kemarau
Selain penyampaian materi mengenai pencegahan dan penanggulangan karhutla, peserta juga mengikuti simulasi pemadaman terpadu
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Sri Hidayatun
Ringkasan Berita:
- PT GPI perkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla 2026
- Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan stakeholder meeting, sosialisasi, simulasi penanggulangan karhutla, serta penandatanganan komitmen
- Selain penyampaian materi mengenai pencegahan dan penanggulangan karhutla, peserta juga mengikuti simulasi pemadaman terpadu
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - PT Guthrie Pecconina Indonesia (GPI) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026 dengan meningkatkan kolaborasi bersama pemerintah, aparat keamanan, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan stakeholder meeting, sosialisasi, simulasi penanggulangan karhutla, serta penandatanganan komitmen bersama di Rantau Panjang Estate, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin, Marko Susanto, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin, Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin, Camat Lawang Wetan, Wakapolsek Babat Toman, Danramil Babat Toman, para kepala desa di sekitar wilayah operasional perusahaan, kelompok MPA, tokoh masyarakat, serta jajaran manajemen PT Guthrie Pecconina Indonesia.
Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan, serta menyamakan langkah dalam menghadapi potensi karhutla yang umumnya meningkat saat musim kemarau.
Selain penyampaian materi mengenai pencegahan dan penanggulangan karhutla, peserta juga mengikuti simulasi pemadaman terpadu yang melibatkan tim tanggap darurat perusahaan.
Simulasi mencakup deteksi titik api, mekanisme pelaporan cepat, pengoperasian peralatan pemadam kebakaran, hingga teknik pemadaman dan pendinginan area terdampak guna memastikan kesiapan personel menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Sebagai bentuk penguatan komitmen bersama, kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen pencegahan karhutla oleh seluruh pemangku kepentingan yang hadir.
Komitmen ini menegaskan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
Baca juga: Penyebab Cuaca Terasa Lebih Panas, BMKG Imbau Warga Sumsel Waspadai Dehidrasi dan Karhutla
Area Controller PT Guthrie Pecconina Indonesia, M. Romdhon, mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak yang didukung kesiapsiagaan sumber daya serta pemanfaatan teknologi.
“Perubahan pola cuaca dan meningkatnya risiko kekeringan pada musim kemarau menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sekaligus meningkatkan kapasitas pencegahan melalui pemanfaatan teknologi dan kesiapsiagaan personel di lapangan. Pencegahan yang efektif selalu dimulai dari kewaspadaan dan kerja sama yang kuat,” kata Romdhon, Jumat (12/6/2026)
Ia menambahkan, PT Guthrie Pecconina Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi dan sumber daya untuk menghadapi potensi musim kemarau ekstrem yang dalam sejumlah kajian iklim sering dikaitkan dengan fenomena El Niño kuat.
Menurut Romdhon, perusahaan secara konsisten menjalankan berbagai program mitigasi karhutla, antara lain patroli terpadu, pemantauan titik panas (hotspot) secara berkala, pemeliharaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, pembinaan kelompok Masyarakat Peduli Api, serta sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Untuk mendukung sistem deteksi dini, perusahaan juga memanfaatkan teknologi pemantauan hotspot berbasis satelit dan penggunaan drone untuk memantau kondisi lapangan secara real time.
Dengan teknologi tersebut, potensi kebakaran dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti lebih cepat sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Musi Banyuasin, Marko Susanto, mengapresiasi komitmen PT Guthrie Pecconina Indonesia dalam memperkuat kolaborasi multipihak sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana karhutla.
| Pemuda di Palembang Babak Belur Dikeroyok 3 Pria Usai Tegur Perempuan yang Merupakan Teman Kerjanya |
|
|---|
| Sebelumnya Berlubang dan Tak Rata, Kini Jembatan Ampera Palembang Ditambal Aspal, Pengendara Senang |
|
|---|
| Herman Deru Resmikan SMA dan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi Palembang,Alokasikan Kuota Afirmasi 50 Persen |
|
|---|
| Daftar Lengkap Susunan Nama Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC PKB se-Sumsel Periode 2026-2031 |
|
|---|
| Tergiur Beli Tiket Konser BTS Lewat TikTok, Wanita Muda di Palembang Tertipu Rp4,4 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Kegiatan-stakeholder-meeting-sosialisasi-simulasi-penanggulangan-karhutla.jpg)