Berita Palembang
Jokowi Bersama PSI Direncanakan Tur ke Sumsel, Pengamat: Wajar, Amankan Lumbung Suara Sumatra
Pengamat politik Amrah Muslimin menilai rencana tur keliling IndonesiaJoko Widodo bersama PSI bukan silaturahmi biasa.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Pengamat politik Amrah Muslimin menilai rencana tur keliling Indonesia Joko Widodo bersama PSI bukan silaturahmi biasa.
- Hal ini disebut merupakan sinyal kuat bahwa ia ingin menjaga pengaruh politiknya dan mengonsolidasikan kekuatan menuju Pemilu 2029.
- Kunjungan ke Sumasel dinilai strategis karena wilayah ini merupakan salah satu lumbung suara terbesar di Sumatra.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi, dijadwalkan akan berkeliling Indonesia termasuk ke Sumatra Selatan (Sumsel) dengan membawa bendera Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Terkait hal tersebut, Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Palembang, Amrah Muslimin menilai, kunjungan Jokowi tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi biasa.
Melainkan sebagai bagian upayanya untuk terus memiliki pengaruh di dunia politik Indonesia.
Langkah tersebut disebut sebagai sinyal kuat bahwa Jokowi belum selesai di panggung politik nasional dan tengah menyiapkan konsolidasi kekuatan menuju kontestasi politik mendatang.
Menurut Amrah, dengan rencana Jokowi akan ke Palembang, jelas Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) dianggap sebagai salah satu lumbung suara ke depan di Pulau Sumatera.
"Kalau Jokowi keliling, wajarlah karena Provinsi Sumsel ini potensi, memiliki tiga besar suara terbanyak di Pulau Sumatera di bawah Sumut (Sumatera Utara) dan Lampung. Di mana selisih pemilih hanya ratusan ribu saja antara Lampung dengan Sumsel," kata Amrah, Senin (24/5/2026).
Dijelaskan mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel ini, dengan Jokowi keliling dengan membawa panji PSI, pastinya Jokowi ingin pada Pemilu 2029 nanti PSI bisa lolos ke Senayan.
"Kita tahu, di Sumsel pada pemilu dua kali sebelumnya tidak banyak memperoleh suara, dan indikator raih suara pemilu waktu itu sangat kecil, sehingga Jokowi perlu turun untuk keliling, karena Sumsel dianggap salah satu lumbung suara di Sumatra," jelasnya.
Diungkapkan dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang tersebut, saat ini PSI masih membutuhkan sosok Jokowi untuk menjual PSI ke masyarakat.
"Kenapa Jokowi? Karena PSI membutuhkan figur, karena politik kita sampai saat ini dominan mengutamakan figur, itulah menjadi salah satu dasar memilih di Indonesia ini adalah figur, dan Jokowi dianggap PSI dari hasil survei masih cukup tinggi di survei. Sehingga wajar saja Jokowi keliling, dan bukan saja di Palembang atau Sumsel, tetapi di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Ditambahkan Amrah, PSI harus bisa memanfaatkan momen 'Jokowi turun gunung tersebut' dengan memunculkan kader-kader potensial yang akan bertarung dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 mendatang, sehingga keinginan untuk lolos di Senayan terwujud.
"Untuk potensi, ketika Jokowi keliling harus juga dimanfaatkan PSI. Bagaimana? Dengan memunculkan calon-calon potensial. Saya berpengalaman di 4 kali pemilu terakhir, dan saya lihat ketokohan yang dimunculkan di PSI masih kurang," bebernya.
Namun, pasca-pemilu 2024, PSI di Sumsel diungkapkan Amrah mulai berbenah. Salah satu contoh Ketua PSI Sumsel saat ini dipegang mantan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Heri Amalindo, yang merupakan eks politikus PDIP.
"Nah di sini, Heri Amalindo merekrut beberapa mantan politikus PDIP yang cukup lama, seperti Ketua PSI OKI (Ogan Komering Ilir) dan beberapa daerah juga di Sumsel, merekrut politikus yang memiliki basis massa di daerahnya," paparnya.
Dilanjutkan Amrah, kehadiran Jokowi dianggap relevan untuk menarik simpatik dan menyampaikan ke masyarakat, bahwa dalam politik sampai 2029 nanti jika ia saat ini berada (mendukung) di PSI.
| Polda Sumsel Tangkap Pengedar Narkoba di Muba, Polisi Sita 109 Gram Sabu dan 100 Pil Ekstasi |
|
|---|
| Bangun Tidur, Wanita Muda di Palembang Kaget Celana yang Dipakainya Seperti Digunting, HP Juga Raib |
|
|---|
| Cekcok dengan Ibu, Bocah di Palembang Dianiaya Kakek Pakai Kayu, Dipicu Uang Perpisahan Sekolah |
|
|---|
| Bayar Lunas Kerinduan, Konser Slank 'Pecah' di Jakabaring Palembang, Penonton Membeludak |
|
|---|
| Berisiko Tinggi Narkoba hingga Larikan Diri, 40 Narapidana Asal Sumsel Dipindahkan ke Nusakambangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/DIAN-SANDI-DATANGI-JOKOWI-Jokowi-di-kediamannya-di-Solo-Kamis-2252025-Guy.jpg)