Berita Palembang

Gubernur Herman Deru Buka Jambore UMKM Forketas Sumsel di CGC Palembang

Jambore Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Forum Kebersamaan Komunitas Wirausaha Sumatera Selatan

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Moch Krisna
Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati
Jambore UMKM - Jambore Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Forum Kebersamaan Komunitas Wirausaha Sumatera Selatan (Forketas Sumsel) resmi dibuka Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di depan Resto Pinewood, Citra Grand City (CGC) Palembang, Kamis (21/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Sumsel Herman Deru resmi membuka Jambore UMKM Forketas Sumsel yang diikuti 108 tenant di Citra Grand City Palembang.
  • Gubernur menekankan tiga hal penting untuk memajukan 800 ribu pelaku UMKM di Sumsel, yaitu peningkatan keterampilan, akses permodalan, dan perluasan pasar.
  • Kegiatan yang berlangsung empat hari ini mengusung konsep kemah kepanduan serta meluncurkan Aplikasi UMKM Sriwijaya untuk mempermudah pendataan pelaku usaha.

 


TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -
- Jambore Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Forum Kebersamaan Komunitas Wirausaha Sumatera Selatan (Forketas Sumsel) resmi dibuka Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di depan Resto Pinewood, Citra Grand City (CGC) Palembang, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan Jambore UMKM Forketas Sumsel tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 Mei 2026, dengan melibatkan ratusan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Bupati Banyuasin Askolani, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Febrita Herman Deru, Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa, Ketua TP PKK Banyuasin Nabila Askolani Putri, Ketua ICSB Sumsel Samantha Tivani, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru mengapresiasi terselenggaranya kegiatan jambore yang dinilai mampu menjadi ruang kreativitas dan pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.

“Kita butuh banyak orang-orang yang punya inovasi seperti Bu Ayu untuk membuat kegiatan seperti ini,” kata Herman Deru, Kamis (21/5/2026). 

Menurutnya, jumlah pelaku UMKM di Sumsel saat ini mencapai sekitar 800 ribu orang. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Sumsel yang mencapai 9 juta jiwa, maka sekitar 9 persen masyarakat usia produktif telah menjadi pelaku usaha.

Ia menegaskan organisasi seperti Forketas dan ICSB sangat dibutuhkan sebagai mitra pemerintah dalam membina dan mengembangkan sektor UMKM di Sumsel.

“Forketas, ICSB dan organisasi lainnya tetap menjadi bagian dari pemerintah untuk merajut dan membina para pelaku usaha,” ujarnya.

Deru juga menekankan tiga hal penting dalam pengembangan UMKM. Pertama, peningkatan keterampilan dan inovasi produk. Ia mencontohkan munculnya berbagai inovasi kuliner seperti cendol cebong hingga pempek sosis.

Kedua, akses permodalan yang kini semakin terbuka luas melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun demikian, menurutnya perlu edukasi kepada pelaku UMKM bahwa bantuan tersebut merupakan pinjaman yang harus dipertanggungjawabkan.

“Perlu ditanamkan tanggung jawab untuk membayar. Maka literasi perbankan sangat penting agar usaha kecil maupun besar menjadi bankable,” tegasnya.

Ketiga, lanjut Deru, adalah akses pasar agar produk-produk UMKM mampu bersaing dan menjangkau konsumen lebih luas.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Forketas Sumsel atas gagasan dan langkah nyata dalam mendukung peningkatan kualitas UMKM di Sumatera Selatan.

Sementara itu, Bupati Banyuasin Askolani menyambut baik pelaksanaan jambore tersebut dan berharap kegiatan itu membawa manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Banyuasin turut dilibatkan karena CGC ini berada di wilayah perbatasan Palembang dan Banyuasin,” katanya.

Menurut Askolani, konsep jambore merupakan ide inovatif yang identik dengan semangat kebersamaan seperti kegiatan Pramuka. Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan lebih banyak “Sultan Muda” atau wirausahawan muda di Sumsel, termasuk dari Banyuasin.

“Kami ingin Sultan Muda ini banyak lahir dari Banyuasin,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas seremoni, tetapi benar-benar mampu membantu UMKM naik kelas melalui pembinaan dan dukungan berkelanjutan.

“UMKM yang serius harus dibantu dan dinaikkan kelasnya agar mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Forketas Sumsel Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M mengatakan Jambore UMKM Forketas Sumsel diikuti sebanyak 108 tenant dengan masing-masing tenant diisi dua peserta.

Menurutnya, konsep jambore diisi berbagai kegiatan seperti api unggun, kelas diskusi, hingga forum kolaborasi antar pelaku usaha dan stakeholder terkait.

“Kita merangkul dan bersatu supaya UMKM bisa naik kelas dengan bekerja sama bersama OJK, Kemenkeu dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan Aplikasi UMKM Sriwijaya yang diharapkan dapat mempermudah pendataan dan pengembangan pelaku UMKM di Sumatera Selatan.

(*)

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved