Breaking News

Harga Sawit Hari ini

Dolar Menguat, Harga TBS Sawit Sumsel Periode II Mei 2026 Turun Tipis, Jadi Rp3.868 per Kg

Harga TBS kelapa sawit di Sumatera Selatan periode II Mei 2026 mengalami penurunan tipis.

Tayang: | Diperbarui:
Polres Musi Rawas
HARGA SAWIT -- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Selatan periode II Mei 2026 mengalami penurunan tipis. 

Ringkasan Berita:
  • Harga TBS kelapa sawit di Sumatera Selatan periode II Mei 2026 mengalami penurunan tipis.
  • Pada periode II Mei 2026, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.864,31 per kg, lebih rendah dibandingkan periode I Mei.
  • Meski harga TBS turun, Dinas Perkebunan Sumsel menilai kondisi petani tetap baik karena indeks K mengalami kenaikan menjadi 93 persen.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Selatan periode II Mei 2026 mengalami penurunan tipis di tengah penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan harga dipicu turunnya harga crude palm oil (CPO) di pasar global serta melambatnya permintaan ekspor dari sejumlah negara tujuan utama.

Berdasarkan penetapan Dinas Perkebunan Sumsel untuk periode II Mei 2026, harga TBS tertinggi untuk sawit usia tanam 22 tahun tercatat sebesar Rp3.868,17 per kilogram (kg), turun dibandingkan periode I Mei 2026 yang mencapai Rp3.905,44 per kg.

Penurunan juga terjadi pada kelompok usia produktif 10–20 tahun.

Pada periode II Mei 2026, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.864,31 per kg, lebih rendah dibandingkan periode I Mei yang mencapai Rp3.898,14 per kg.

Sementara itu, harga TBS usia 21 tahun berada di level Rp3.855,35 per kg dan usia 23 tahun sebesar Rp3.841,52 per kg.

Dalam penetapan tersebut, harga rata-rata CPO tercatat Rp15.058,72 per kg dengan indeks “K” sebesar 93,29 persen.

Adapun harga inti sawit atau kernel berada di level Rp14.619,74 per kg.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, M Ichwansyah mengatakan, pelemahan harga TBS tidak terlepas dari penurunan harga CPO dunia meskipun nilai tukar dolar Amerika Serikat menguat.

"Secara sederhana memang dolar memengaruhi harga TBS, tapi bukan satu-satunya penentu. Saat ini harga acuan CPO di pasar global seperti Bursa Malaysia dan Rotterdam sedang turun,” kata Ichwansyah, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, perlambatan permintaan dari negara tujuan ekspor seperti Tiongkok dan Eropa turut memengaruhi harga sawit.

Sejumlah negara disebut mulai beralih ke minyak nabati alternatif yang lebih murah seperti minyak kedelai.

“Permintaan global sedang melambat. Jadi meskipun dolar menguat, dampaknya tidak terlalu terasa terhadap harga TBS karena harga CPO dunia justru turun,” ujarnya.

Selain itu, faktor logistik dan stok dalam negeri juga memengaruhi pergerakan harga dalam jangka pendek.

Penumpukan stok di tangki timbun pelabuhan ekspor disebut menjadi salah satu faktor yang menekan harga.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved