Berita Palembang

Rawan Karhutla, 8 Daerah di Sumsel Diminta Segera Tetapkan Status Siaga

Baru empat daerah di Sumsel yang sudah menetapkan status Siaga Karhutla dari 12 daerah yang rawan.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM / Linda Trisnawati
SIAGA KARHUTLA - Foto Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana yang diambil tahun 2024. Iqbal mengimbau ke 8 daerah Sumsel rawan karhutla agar segera tetapkan status siaga. 
Ringkasan Berita:
  • 12 daerah Sumsel rawan karhutla.
  • 4 daerah yang rawan sudah tetapkan siaga, sementara 8 lainnya belum menetapkan.
  • BPBD Sumsel imbau 8 daerah yang belum menetapkan siaga agar segera menetapkan.

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dari 12 kabupaten/kota di Sumatera Selatan yang tergolong rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baru empat daerah yang menetapkan status Siaga Karhutla.

Sementara itu, delapan daerah lainnya hingga kini belum menetapkan status tersebut.

Pemerintah pun meminta seluruh daerah rawan karhutla segera meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dini terhadap potensi karhutla yang diperkirakan meningkat saat puncak musim kemarau pada Agustus mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan, M. Iqbal Alisyahbana, mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup telah mengarahkan daerah-daerah rawan agar segera menetapkan status siaga karhutla.

“Ada arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup agar daerah-daerah yang rawan karhutla segera menetapkan status siaga,” kata Iqbal, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Puncak Kemarau Agustus 2026, 1.600 Personel Gabungan Disiagakan Hadapi Ancaman Karhutla di Sumsel

Menurut Iqbal, pemerintah menargetkan seluruh daerah rawan karhutla sudah menetapkan status siaga paling lambat pada Mei 2026.

Penetapan status tersebut dinilai penting agar seluruh perangkat penanggulangan bencana dapat bergerak lebih awal, mulai dari patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, hingga kesiapan personel dan peralatan pemadaman.

“Hal itu agar mempermudah koordinasi dan penanggulangan bencana karhutla di wilayah masing-masing. Kita harapkan Mei ini semua daerah sudah menetapkan status siaga karhutla,” ujarnya.

Iqbal menambahkan, perhatian serius pemerintah terhadap ancaman karhutla tahun ini juga sejalan dengan arahan Menko Polkam Djamari Chaniago, yang menyebut Presiden Prabowo memberikan atensi khusus terhadap potensi bencana tersebut.

Selain itu, Sumsel juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dimulai sejak 5 Mei selama 10 hari.

“OMC akan melihat potensi awan hujan yang ada di Sumsel,” katanya.

Sumsel Dapat Bantuan 4 Helikopter

Untuk mendukung penanganan karhutla, Sumsel juga akan menerima bantuan empat unit helikopter secara bertahap.

“Dukungan satgas udara pada tahap awal berupa empat unit helikopter water bombing dan satu helikopter patroli dari BNPB. Jumlahnya akan menyesuaikan dengan kondisi karhutla di Sumsel,” katanya.

8 daerah di Sumsel yang belum menetapkan status siaga karhutla yakni:

  1. Banyuasin
  2. Musi Rawas
  3. Musi Rawas Utara
  4. Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
  5. Lahat
  6. Ogan Komering Ulu
  7. Ogan Komering Ulu Timur
  8. Ogan Komering Ulu Selatan.

4 daerah yang telah menetapkan status siaga karhutla adalah:

  1. Ogan Komering Ilir (OKI)
  2. Ogan Ilir (OI)
  3. Musi Banyuasin (Muba)
  4. Muara Enim.

Baca berita lainnya di Google News

Bergabung dan baca berita menarik lainnya di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved