Berita Palembang
Rawan Karhutla, 8 Daerah di Sumsel Diminta Segera Tetapkan Status Siaga
Baru empat daerah di Sumsel yang sudah menetapkan status Siaga Karhutla dari 12 daerah yang rawan.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Weni Wahyuny
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dari 12 kabupaten/kota di Sumatera Selatan yang tergolong rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baru empat daerah yang menetapkan status Siaga Karhutla.
Sementara itu, delapan daerah lainnya hingga kini belum menetapkan status tersebut.
Pemerintah pun meminta seluruh daerah rawan karhutla segera meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dini terhadap potensi karhutla yang diperkirakan meningkat saat puncak musim kemarau pada Agustus mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan, M. Iqbal Alisyahbana, mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup telah mengarahkan daerah-daerah rawan agar segera menetapkan status siaga karhutla.
“Ada arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup agar daerah-daerah yang rawan karhutla segera menetapkan status siaga,” kata Iqbal, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: Puncak Kemarau Agustus 2026, 1.600 Personel Gabungan Disiagakan Hadapi Ancaman Karhutla di Sumsel
Menurut Iqbal, pemerintah menargetkan seluruh daerah rawan karhutla sudah menetapkan status siaga paling lambat pada Mei 2026.
Penetapan status tersebut dinilai penting agar seluruh perangkat penanggulangan bencana dapat bergerak lebih awal, mulai dari patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, hingga kesiapan personel dan peralatan pemadaman.
“Hal itu agar mempermudah koordinasi dan penanggulangan bencana karhutla di wilayah masing-masing. Kita harapkan Mei ini semua daerah sudah menetapkan status siaga karhutla,” ujarnya.
Iqbal menambahkan, perhatian serius pemerintah terhadap ancaman karhutla tahun ini juga sejalan dengan arahan Menko Polkam Djamari Chaniago, yang menyebut Presiden Prabowo memberikan atensi khusus terhadap potensi bencana tersebut.
Selain itu, Sumsel juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dimulai sejak 5 Mei selama 10 hari.
“OMC akan melihat potensi awan hujan yang ada di Sumsel,” katanya.
Sumsel Dapat Bantuan 4 Helikopter
Untuk mendukung penanganan karhutla, Sumsel juga akan menerima bantuan empat unit helikopter secara bertahap.
“Dukungan satgas udara pada tahap awal berupa empat unit helikopter water bombing dan satu helikopter patroli dari BNPB. Jumlahnya akan menyesuaikan dengan kondisi karhutla di Sumsel,” katanya.
8 daerah di Sumsel yang belum menetapkan status siaga karhutla yakni:
- Banyuasin
- Musi Rawas
- Musi Rawas Utara
- Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
- Lahat
- Ogan Komering Ulu
- Ogan Komering Ulu Timur
- Ogan Komering Ulu Selatan.
4 daerah yang telah menetapkan status siaga karhutla adalah:
- Ogan Komering Ilir (OKI)
- Ogan Ilir (OI)
- Musi Banyuasin (Muba)
- Muara Enim.
Baca berita lainnya di Google News
Bergabung dan baca berita menarik lainnya di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com
| Harga TBS Sawit Sumsel Periode Mei 2026 Melorot, Tertinggi Kini Rp3.905 per Kg |
|
|---|
| Juru Parkir Ilegal di CFD Viral Minta Bayar Rp5 Ribu, Dishub Palembang Ngaku Hanya Bisa Beri Imbauan |
|
|---|
| Warga Palembang Bebas Bayar PBB Rumah Hingga Rp500 Ribu, Cek Syarat dan Ketentuannya |
|
|---|
| Ngaku Butuh Ongkos Pulang, Pria Asal Betung Bongkar Kotak Amal Masjid di Palembang, Ditangkap Warga |
|
|---|
| KAI Divre III Palembang Siapkan 21.696 Tempat Duduk Sambut Libur Panjang Kenaikan Isa Al Masih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Kepala-Pelaksana-BPBD-Sumsel-M-Iqbal-Alisyahbana.jpg)