Bus ALS Kecelakaan di Muratara
Tangis Haru Ayah Korban Bus ALS Asal Bogor saat Jalani Tes DNA, Berharap Hasil Segera Keluar
Sejumlah keluarga korban tampak menunggu kepastian identitas jenazah yang diduga merupakan anggota keluarga mereka.
Penulis: andyka wijaya | Editor: Sri Hidayatun
Ringkasan Berita:
- Gusti Hulangan (66), salah satu orang tua korban, sengaja datang jauh-jauh dari Bogor demi menjalani tes DNA guna mengidentifikasi jenazah sang anak, Zulham Efendi (42).
- Kondisi jenazah yang sulit dikenali membuat tim medis harus menempuh jalur identifikasi DNA.
- Gusti berharap proses ini berjalan cepat agar almarhum bisa segera dipulangkan dan dimakamkan oleh keluarga.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Suasana haru masih menyelimuti Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Moh. Hasan Palembang hingga Jumat (8/5/2026) pagi.
Sejumlah keluarga korban tampak menunggu kepastian identitas jenazah yang diduga merupakan anggota keluarga mereka.
Hingga saat ini, pihak RS Bhayangkara Moh. Hasan masih melakukan proses identifikasi melalui tes DNA.
Langkah ini diambil lantaran kondisi jenazah yang sulit dikenali secara fisik karena sudah tinggal tulang.
Salah satu orang tua korban, Gusti Hulangan (66), menuturkan bahwa dirinya langsung bertolak ke Palembang begitu mendapat kabar anaknya, Zulham Efendi alias Maleh (42), menjadi korban dalam peristiwa maut tersebut.
"Awalnya kemarin sudah ada keluarga yang datang ke RS Bhayangkara Palembang. Namun, untuk proses identifikasi, dokter meminta sampel DNA dari orang tua. Jadi, saya langsung berangkat dari Bogor ke sini," ujar Gusti. Ia menambahkan bahwa dirinya sudah tiga tahun tidak bertemu dengan sang anak karena almarhum menetap di Medan.
Gusti sangat berharap proses identifikasi ini berjalan cepat.
Baca juga: Bangkai Bus ALS dan Truk Tangki yang Kecelakaan dan Hangus Terbakar di Muratara Jadi Sorotan Warga
"Saya datang ke sini khusus untuk tes DNA. Keluarga berharap jenazah segera teridentifikasi agar dapat langsung dibawa pulang dan dimakamkan dengan layak," imbuhnya.
Berdasarkan keterangan tim medis, kondisi jenazah memang sulit dikenali. Meski demikian, pihak keluarga terus berusaha memastikan identitas melalui tanda-tanda fisik yang diingat.
"Menurut informasi dokter, jenazah sulit dikenali. Namun, kami ingat ciri fisiknya, seperti gigi bagian depan dan gigi atas yang sudah tanggal (copot) tiga buah," jelas Gusti.
Harapan besar digantungkan kepada tim dokter agar hasil tes DNA segera keluar. "Kami memohon agar prosesnya dipercepat sehingga jenazah bisa segera kami bawa pulang," pungkasnya.
Sebagai informasi, almarhum Zulham Efendi meninggalkan seorang istri dan dua orang anak, yakni satu perempuan dan satu laki-laki.
Baca berita lainnya di google news
Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com
| Bangkai Bus ALS dan Truk Tangki yang Kecelakaan dan Hangus Terbakar di Muratara Jadi Sorotan Warga |
|
|---|
| Fakta Baru Kecelakaan yang Tewaskan 16 Orang di Muratara, Izin Angkutan Bus ALS Ternyata Kedaluwarsa |
|
|---|
| Tekad Merantau Demi Rumah Impian, Rani dan Aldi Sempat Dilarang Pergi Sebelum Laka Maut di Muratara |
|
|---|
| Kecelakaan di Muratara, BPTD Sumsel Sebut Izin Angkutan Bus ALS Kedaluwarsa, Terancam Sanksi |
|
|---|
| Jerit Histeris Istri Sopir Bus ALS Menunggu Kepulangan Suami, Sempat Tak Percaya Jadi Korban Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Gusti-Hulangan-66-orang-tua-korban-dari-Zulham-salah-satu-korban-kecelakaan.jpg)