Penipuan di Palembang
Penjelasan Disducapil Soal KTP Ganda Pria yang Tipu Dokter di Palembang, Ternyata Sudah Berkeluarga
Allan menambahkan, jika ditemukan NIK ganda, secara sistem otomatis akan diblokir oleh Dukcapil.
Penulis: Hartati | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Plt Kepala Disdukcapil Palembang Allan Gunery memastikan tidak ada KTP ganda karena setiap warga hanya memiliki satu NIK yang berlaku seumur hidup.
- Menurut Allan, jika ditemukan NIK ganda maka sistem Dukcapil otomatis akan memblokirnya, sehingga kemungkinan yang dipalsukan adalah fisik KTP.
- Penjelasan ini muncul setelah viral kasus seorang dokter yang mengaku ditipu pria yang berpura-pura masih bujangan padahal sudah beristri dan memiliki anak.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Palembang, Allan Gunery, MH memastikan tidak ada Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda.
Sebab secara aturan tidak ada KTP ganda, dalam artian NIK pada KTP seseorang tidak bisa ganda, karena secara aturan administrasi kependudukan NIK bersifat tunggal dan berlaku seumur hidup.
"NIK tidak berubah seumur hidup dan tidak mengikuti perubahan domisili sehingga tidak bisa ganda karena setiap orang dijamin hanya memiliki satu NIK," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan Tribunsumsel.com, Kamis (7/5/2026).
Allan menambahkan, jika ditemukan NIK ganda, secara sistem otomatis akan diblokir oleh Dukcapil.
Sehingga kemungkinan yang terjadi di lapangan, adalah orang yg memalsukan fisik KTP tersebut.
Tapi kalau dicek secara biometrik atau sidik jari pasti ketahuan asli atau palsunya.
Kasus ini sendiri viral setelah seorang dokter mengaku ditipu pria yang disebut mengaku masih bujangan, padahal telah beristri dan memiliki anak.
Selama empat tahun menjalani pernikahan, korban juga disebut mengalami kerugian materi hingga uangnya terkuras.
Baca juga: Sosok PT, Dokter di Palembang Baru Tahu Suami Sudah Berkeluarga Usai 4 Tahun Nikah, Aset Digadaikan
Baca juga: 4 Tahun Nikah, Dokter di Palembang Baru Tahu Jika Suaminya Sudah Berkeluarga, Aset Rp1 M Digadaikan
Kronologi Kejadian
Seorang dokter di Palembang, PT (37), melaporkan suaminya berinisial AH ke Polrestabes Palembang atas dugaan pemalsuan identitas, Senin (4/5/2026).
Kasus ini terungkap setelah Putri mengetahui bahwa suaminya menggunakan data palsu saat menikahinya sekitar empat tahun lalu.
Fakta tersebut terbongkar usai keduanya terlibat pertengkaran setelah Lebaran Idulfitri.
Putri mengaku selama ini tidak menaruh kecurigaan. Namun, ia menemukan adanya perbedaan data identitas milik suaminya.
“KTP yang diberikan kepada saya sebagai syarat menikah tertulis lajang. Tapi saya menemukan KTP lain dengan alamat berbeda. Ternyata dia punya beberapa identitas,” ungkapnya.
Tak hanya itu, PT juga baru mengetahui bahwa suaminya telah memiliki istri dan anak sebelum menikahinya.
| Awal Mula Terbongkar Pria Beristri di Palembang Ketahuan Nikahi Dokter setelah 4 Tahun |
|
|---|
| Sosok AH, Pria Beristri Diam-Diam Nikahi Dokter di Palembang 4 Tahun, Diduga Gadaikan Aset Rp 1 M |
|
|---|
| Nasib Pilu Dokter di Palembang Tak Tahu 4 Tahun Dinikahi Pria Beristri, Aset Rp1 M Diduga Digadaikan |
|
|---|
| Sosok PT, Dokter di Palembang Baru Tahu Suami Sudah Berkeluarga Usai 4 Tahun Nikah, Aset Digadaikan |
|
|---|
| Kronologi Dokter di Palembang Baru Tahu Suami Sudah Berkeluarga Usai 4 Tahun Nikah, ada Banyak KTP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Korban-Saat-Melapor-ke-Polrestabes-Palembang-4-Tahun-Nikah-Dokter-di-Pa.jpg)