Berita Palembang

Harga Bright Gas Melonjak, Elpiji Nonsubsidi 12 Kg Jadi Rp235 Ribu per Tabung

Di Kota Palembang, harga Bright Gas 12 kg yang semula Rp185.000 kini melonjak menjadi Rp235.000 per tabung.

Penulis: Angga Azka | Editor: Slamet Teguh
Tribun Jogja
HARGA GAS - Harga Bright Gas Melonjak, Elpiji Nonsubsidi 12 Kg Jadi Rp235 Ribu per Tabung 

Ringkasan Berita:
  • Harga Bright Gas 12 kg di Palembang naik signifikan dari Rp185.000 menjadi Rp235.000, namun penjualan masih terpantau stabil karena merupakan kebutuhan pokok.
  • Kenaikan ini mulai dikeluhkan konsumen, bahkan berpotensi memicu peralihan ke LPG 3 kg bersubsidi yang dikhawatirkan berdampak pada ketersediaan stok.
  • Pemerintah daerah mengimbau masyarakat melakukan efisiensi energi di tengah kenaikan harga akibat tekanan geopolitik global terhadap pasokan minyak dan gas.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi atau Bright Gas ukuran 12 kg di berbagai provinsi, termasuk di Sumatra Selatan.

Di Kota Palembang, harga Bright Gas 12 kg yang semula Rp185.000 kini melonjak menjadi Rp235.000 per tabung.

Salah seorang pemilik toko sembako, Koh Kelvin, mengungkapkan bahwa meski harga naik signifikan, penjualan saat ini terpantau masih normal. Menurutnya, gas elpiji telah menjadi kebutuhan pokok yang wajib ada di dapur sehingga masyarakat tetap membelinya.

"Sudah dua hari ini naik. Untuk sekarang belum ada penurunan maupun peningkatan, masih normal. Karena gas ini kebutuhan sehari-hari, jadi mau tidak mau masyarakat tetap membeli," kata Koh Kelvin, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, rata-rata pembeli Bright Gas 12 kg berasal dari kalangan menengah ke atas. Dalam sehari, tokonya mampu menjual 5 hingga 6 tabung.

"Kondisinya masih stabil karena baru dua hari. Namun, ke depannya kita belum tahu. Sebagai penjual, saya berharap harganya segera turun karena kenaikan dari Rp185.000 ke Rp235.000 ini cukup berat bagi konsumen," imbuhnya.

Di sisi lain, kenaikan harga ini mulai dikeluhkan oleh konsumen rumah tangga. Intan, seorang ibu rumah tangga di Palembang, mengaku kenaikan harga elpiji nonsubsidi ini berpotensi memicu pergeseran konsumsi. Masyarakat yang sebelumnya menggunakan gas 12 kg mulai mempertimbangkan untuk beralih ke gas 3 kg yang disubsidi pemerintah demi menghemat pengeluaran.

"Kalau harganya naik terus, saya terpikir untuk beralih ke gas 3 kg supaya bisa menghemat pengeluaran. Harapannya harga cepat turun lagi," ujar Intan.

Fenomena migrasi konsumen ini dikhawatirkan dapat memengaruhi ketersediaan stok gas melon (3 kg) di lapangan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Seperti diketahui PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg secara nasional sejak Minggu (19/4/2026). Kebijakan ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mengganggu pasokan minyak dan gas dunia.

Khusus di wilayah Sumatra Selatan, kenaikan harga LPG nonsubsidi tercatat cukup signifikan, yakni mencapai belasan hingga puluhan ribu rupiah per tabung.

Berdasarkan data dari Pertamina Patra Niaga, berikut rincian penyesuaian harga di Sumatra Selatan:

Bright Gas 5,5 Kg: Naik sebesar Rp17.000, dari semula Rp94.000 menjadi kisaran Rp111.000 – Rp114.000 per tabung.
Bright Gas 12 Kg: Naik sebesar Rp36.000, dari semula Rp194.000 menjadi kisaran Rp230.000 – Rp238.000 per tabung.
Harga tersebut merupakan standar di agen resmi Pertamina yang berlaku berdasarkan radius jarak pelanggan ke agen.

Namun, pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang lebih mengkhawatirkan. Harga LPG nonsubsidi di tingkat pengecer ditemukan melonjak jauh lebih tinggi dibandingkan harga resmi agen, sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat.

Baca juga: Warga OKU Sumsel Keluhkan Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Naik, Tembus Rp119 Ribu & Rp233 Ribu per Tabung

Baca juga: Harga Elpiji 3 Kg di Empat Lawang Mencekik, Stok di Pangkalan Langka, Sempat Rp60 Ribu per Tabung

Gubernur Imbau Masyarakat Efisiensi

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved