Berita Palembang

Wisuda ke- 96 UIN RF, Rektor Dorong Alumni Bangun Spiritualitas, Integritas dan Mentalitas Bangsa

Pada wisuda kali ini, tema yang diangkat adalah “Membangun Spiritualitas, Integritas, dan Mentalitas Bangsa.”

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Sri Hidayatun
Dokumentasi
Sebanyak 1.055 mahasiswa mengikuti wisuda ke-96 yang digelar UIN Raden Fatah Palembang pada Sabtu (18/4/2026) di Kampus Jakabaring, Gedung PPG 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 1.055 mahasiswa mengikuti wisuda ke-96 yang digelar UIN Raden Fatah Palembang pada Sabtu (18/4/2026) 
  • Pada wisuda kali ini, tema yang diangkat adalah “Membangun Spiritualitas, Integritas, dan Mentalitas Bangsa.”
  • Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Adil, menegaskan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam membentuk generasi masa depan.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG  — Sebanyak 1.055 mahasiswa mengikuti wisuda ke-96 yang digelar UIN Raden Fatah Palembang pada Sabtu (18/4/2026) di Kampus Jakabaring, Gedung PPG.

Pada wisuda kali ini, tema yang diangkat adalah “Membangun Spiritualitas, Integritas, dan Mentalitas Bangsa.”

Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Adil, menegaskan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam membentuk generasi masa depan.

“Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, nilai, dan peradaban,” kata Adil, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, dalam konteks kebangsaan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral, matang secara kepribadian, serta memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.

Ia menekankan bahwa pembangunan manusia Indonesia harus bertumpu pada tiga pilar utama, yakni spiritualitas, integritas, dan mentalitas yang tangguh.

“Ketiga pilar inilah yang harus dimiliki setiap lulusan perguruan tinggi, khususnya alumni UIN Raden Fatah Palembang,” katanya.

Adil menjelaskan, spiritualitas menjadi fondasi utama sebagai institusi pendidikan Islam. Ia menegaskan bahwa spiritualitas tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga kesadaran batin yang mendalam akan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.

Dengan spiritualitas yang kuat, seseorang akan memiliki arah hidup yang jelas. Ia berharap para alumni mampu menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai kompas dalam menghadapi arus modernisasi, globalisasi, dan disrupsi teknologi.

“Spiritualitas akan menjadi penyeimbang agar kehidupan tetap berada di jalur yang benar,” tegasnya.

Baca juga: Gagas Sinergi Dunia Praktisi dan Kampus,Firma Hukum Hendrajat Audiensi dengan Rektor UIN Raden Fatah

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya integritas sebagai pilar kepercayaan. Integritas, kata dia, merupakan keselarasan antara hati, pikiran, dan tindakan yang tercermin dalam kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kebenaran.

“Sebagai lulusan perguruan tinggi, saudara memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan di tengah masyarakat. Jaga nama baik diri, keluarga, dan almamater dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, etika, dan profesionalitas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, integritas juga berarti berani mengambil sikap yang benar meskipun tidak populer. Dalam konteks kebangsaan, integritas menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola yang bersih dan berkeadaban.

Rektor juga menekankan pentingnya mentalitas yang tangguh dan adaptif di tengah perubahan zaman yang cepat dan penuh ketidakpastian.

“Keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan menghadapi tantangan dengan sikap positif,” jelasnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved