Napi Lapas Narkoba Banyuasin Meninggal
Tak Ada Luka di Kepala, Hasil Autopsi Napi Lapas Narkoba Banyuasin Baru Keluar Setelah 2 Pekan
Tim dokter forensik telah selesai melakukan autopsi ulang terhadap jenazah Sandi, napi Lapas Kelas II Serong Banyuasin.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Tim dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang telah menyelesaikan autopsi ulang jenazah Sandi di TPU Al-Jihad selama dua jam.
- Menurut Indra Nasution, pemeriksaan dilakukan menyeluruh meski kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut.
- Hasil resmi autopsi akan keluar sekitar dua minggu, sementara keluarga berharap dapat mengungkap dugaan adanya kekerasan sebagai penyebab kematian.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tim dokter forensik telah selesai melakukan autopsi ulang terhadap jenazah Sandi, napi Lapas Kelas II Serong Banyuasin.
Proses ekshumasi dilakukan sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB di TPU Al-Jihad, Jalan Panglong Laut, Kelurahan Talang Betutu, Sukarami, Palembang.
Dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan, dokter Indra Nasution mengatakan, autopsi yang dilakukan meliputi pemeriksaan luar dan dalam.
"Tindakan yang kami lakukan pemeriksaan luar dan dalam. Pada pemeriksaan ini karena jenazah sudah alami pembusukan lanjut, kami harus lebih teliti lagi untuk melihat apakah ada luka atau tanda lainnya," kata dokter Indra, Senin (30/3/2026).
Ia belum menjelaskan hasil secara detail dari autopsi, karena secara resmi keterangan medis akan keluar sekitar dua minggu setelah sampel diserahkan.
"Kalau dilihat hanya di kepala tidak ada luka, adanya di badan. Untuk jelasnya tunggu hasilnya dua minggu lagi dari pemeriksaan PA (Patologi Anatomi), ada sampel yang sudah kami ambil ," jelasnya.
Baca juga: Tangis Histeris Sang Ibu, Saat Makam Napi Lapas Narkoba Banyuasin Dibongkar Untuk Autopsi
Baca juga: Usut Penyebab Kematian, Makam Napi Lapas Banyuasin yang Meninggal Mendadak Dibongkar untuk Autopsi
Sementara penasihat hukum keluarga korban, Anto Astari SH, mengatakan autopsi ini dilakukan atas permintaan keluarga. Sebab sebelumnya proses tersebut tertunda karena ada penolakan dari salah satu keluarga.
"Atas permintaan keluarga. Sempat tertunda karena dari salah satu keluarga menolak. Demi mendapatkan bukti akhirnya keluarga mengizinkan autopsi hari ini," kata Anto.
Keluarga menduga terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan berharap hasil autopsi bisa memperkuat dugaan tersebut.
"Kami harapkan hasil autopsi ini bisa menguatkan adanya bukti kekerasan sebagai penyebab kematian," katanya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Tangis Histeris Sang Ibu, Saat Makam Napi Lapas Narkoba Banyuasin Dibongkar Untuk Autopsi |
|
|---|
| Usut Penyebab Kematian, Makam Napi Lapas Banyuasin yang Meninggal Mendadak Dibongkar untuk Autopsi |
|
|---|
| Penjelasan Polisi Soal Napi Lapas Narkoba Banyuasin Meninggal Secara Tiba-tiba, Ditemukan Lebam |
|
|---|
| Napi Lapas Narkoba Banyuasin Meninggal Secara Tiba-tiba, Keluarga Temukan Lebam di Tubuh Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Tak-Ada-Luka-di-Kepala-Hasil-Autopsi-Napi-Lapas-Narkoba-Banyuasin-Baru-Keluar-Setelah-2-Pekan.jpg)