Teror Bom Molotov di Palembang

Pemilik Trauma, Usai Rumahnya di Demang Lebar Daun Palembang 2 Kali Dilempar Bom Molotov

Tak hanya itu, roling door kedai Abud's Kebab yang ada di sebelahnya terlihat menghitam dan catnya mengelupas.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Rachmad Kurniawan
TUNJUK DINDING -- Indra saat menunjukkan kondisi dinding yang terkena lemparan molotov oleh OTK ke pekarangan rumah orangtuanya di Jalan Demang Lebar Daun, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Kamis (26/3/2026). Kejadian yang sama sebelumnya terjadi pada malam tahun baru. 

Ringkasan Berita:
  • Rumah warga di Palembang menjadi sasaran teror pelemparan molotov sebanyak dua kali, yakni pada 1 Januari dan 24 Maret 2026.
  • Aksi dilakukan dua pelaku yang sempat memantau lokasi, menyebabkan kerusakan dan membuat keluarga korban trauma.
  • Kasus kini ditangani polisi, dengan pelaku masih berstatus orang tidak dikenal dan diduga pelaku yang sama dari kejadian sebelumnya.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Keluarga korban pelemparan molotov ke rumah di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang mengaku bingung atas aksi teror yang mereka alami.

Bukan sekali, pelemparan itu sudah terjadi dua kali.

Kejadian pertama pelemparan molotov terjadi pada malam tahun baru tepatnya di tanggal 1 Januari 2026 sekitar pukul 03.00 WIB dinihari. Lalu yang kedua terjadi pada 24 Maret 2026 sekitar pukul 02:24 WIB.

Dari pantauan Tribunsumsel.com dan Sripoku.com di lokasi, dinding pekarangan rumah yang terkena lemparan masih meninggalkan bekas kebakaran.

Lalu di sisi dinding lainnya sudah ditutup menggunakan cat putih.

Tak hanya itu, roling door kedai Abud's Kebab yang ada di sebelahnya terlihat menghitam dan catnya mengelupas.

Akibat peristiwa itu keluarga merasa trauma dan selalu memantau CCTV pada jam-jam tertentu terutama saat dinihari.

Indra (38) anak pemilik rumah mengatakan, ibu dan kakaknya merasa trauma atas peristiwa pelemparan molotov itu.

"Orangtua trauma karena kejadian sangat mengganggu, apalagi kejadian tadi masih dalam momen lebaran dan keluarga lagi ramai. Walaupun saya tidak tinggal disini, sekarang saya sering pantau rekaman CCTV lewat handphone, " ujar Indra saat dijumpai, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Detik-detik Teror Bom Molotov di Palembang Terekam CCTV, Dilempar ke Rumah Warga, 2 Kali Terjadi

Baca juga: Teror Bom Molotov di Palembang, Sudah 2 Kali Dilempar ke Rumah Warga, Pelaku Berhelm Merah

Sebelum melempar botol berisi molotov ke pekarangan, pelaku terpantau mondar mandir di sekitar rumah tersebut untuk memantau situasi.

"Dia bukan datang langsung melempar. Tapi sempat mantau situasi bolak-balik sekitar 10-15 menit, baru melancarkan aksinya. Pelaku berjumlah 2 orang," katanya.

Pada malam kejadian, ibunya yang hendak ke kamar mandi dan melihat ada api yang berasal dari pekarangan rumah. Kemudian, meminta salah satu keponakan Indra untuk memeriksa kondisi.

"Ibu yang lihat ada api dari pekarangan, kebetulan keponakan lagi di rumah dia minta periksa ke luar. Beruntung cepat diketahui dan api langsung dipadamkan, selain dinding botol itu mengenai bemper belakang mobil," sambungnya.

Indra juga menceritakan saat kejadian pertama pelaku juga berjumlah 2 orang, namun waktu itu hanya mengenai dinding sebab posisi rumah dalam keadaan kosong.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved