Berita Palembang
BMKG Prediksi Kemarau Datang Lebih Awal di Sumsel, Waspada Kekeringan hingga Karhutla
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih awal
Penulis: Hartati | Editor: Kharisma Tri Saputra
Ringkasan Berita:
- BMKG memprediksi kemarau di Sumsel terjadi lebih awal dari prediksi sebelumnya
- Kemarau datang lebih awal 1 hingga dua dasarian lebih awal mulai Mei
- Dampak berakhirnya la Lina lemah
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih awal dibandingkan rerata klimatologinya termasuk di Sumatera Selatan karena dampak berakhir la Lina lemah.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumsel, Nandang Pangaribowo mengatakan, berdasarkan rilis prediksi musim kemarau (PMK) tahun 2026, musim kemarau di wilayah Sumatera Selatan diperkirakan datang lebih awal dari biasanya.
Kondisi kemarau ini juga sama dengan musim hujan yang tidak datang serentak di seluruh Sumsel sebab terbagi atas zona musim berbeda.
Sehingga jika satu zona musim kemarau datang lebih awal maka saat musim hujan nantinya juga akan datang lebih awal, begitu pula sebaliknya saat musim kemarau datang lebih lambat maka musim hujan juga datang lebih lambat.
Untuk wilayah Sumsel bagian utara seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, serta sebagian kecil Banyuasin, awal musim kemarau diprediksi maju dua dasarian atau maju 20 hari, yakni mulai Mei dasarian II hingga Juni dasarian I.
Sementara itu, wilayah Palembang, sebagian Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Prabumulih, OKU, OKU Selatan, PALI, Lahat, dan Empat Lawang diperkirakan mengalami awal musim kemarau lebih cepat satu dasarian, yakni pada Mei dasarian III hingga Juni dasarian II.
BMKG juga memprediksi sifat hujan di sebagian besar wilayah Sumsel berada pada kategori bawah normal selama musim kemarau.
"Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko munculnya hotspot yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan," kata Nandang menjawab pertanyaan wartawan tribunsumsel.com, Sabtu (7/3/2026).
Nanda mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
BMKG Sumatera Selatan juga mengingatkan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun 2025 karena sifat hujan berada di bawah normal atau lebih sedikit dibandingkan hujan saat normal.
"Masyarakat harus bijak dalam penggunaan air bersih serta mewaspadai peningkatan debu yang dapat memicu penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)," tutup Nandang.(tnf)
Berikut rincian wilayah awal musim kemarau 2026 di Sumatera Selatan:
1. Wilayah Kemarau maju 2 Dasarian
Periode: Mei Dasarian II – Juni Dasarian I (10 Mei hingga 10 Juni)
| Didatangi Wanita Diduga Selingkuhan Suami, IRT di Palembang Lapor Polisi Jadi Korban Penganiayaan |
|
|---|
| Harga Plastik Naik dan Stok Mulai Langka, Pelaku Usaha di Palembang Cari Solusi Alternatif |
|
|---|
| Sosok FY, Guru SMKN 1 Palembang Pelaku Jasa Tukar Uang THR Tilap Rp1,1 M, Akui Perbuatannya Penyakit |
|
|---|
| Daftar Pejabat Pemkot Palembang Dilantik Wali Kota Ratu Dewa, Yudha Ferdiansyah Jabat Kadis PUPR |
|
|---|
| Agenda Pemkot Palembang Senin 6 April 2026: Rakor Inflasi Hingga Program 3 Juta Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ilustrasi-kemarau.jpg)