Idul Fitri

3,87 Juta Pemudik Disebut Bakal Masuk ke Sumsel Pada Arus Mudik Lebaran 2026

Jumlah tersebut menempatkan Sumsel pada peringkat ketujuh tertinggi secara nasional.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati
RAPAT KOORDINASI - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Gubernur Sumsel Herman Deru saat Rapat Koordinasi bersama Gubernur Sumsel dan Forkopimda dalam Persiapan Angkutan Lebaran di Griya Agung, Rabu (25/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dudy Purwagandhi menyebut arus mudik Lebaran 2026 di Sumsel diperkirakan mencapai 3,87 juta orang.
  • Hal tersebut menempatkan provinsi ini peringkat ketujuh nasional dari total 143,91 juta pemudik.
  • Ia memastikan perbaikan jalan lintas dan akses tol, termasuk Kayu Agung–Palembang, ditargetkan rampung H-10 Lebaran untuk mendukung kelancaran arus mudik.

 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyebut pergerakan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) yang diperkirakan mencapai 3,87 juta orang.

Jumlah tersebut menempatkan Sumsel pada peringkat ketujuh tertinggi secara nasional.

"Secara nasional, tahun ini berdasarkan data historis, pergerakan arus mudik Lebaran diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Untuk Sumsel diperkirakan sebanyak 3,87 juta orang atau peringkat tujuh secara nasional,” kata Dudy saat Rapat Koordinasi bersama Gubernur Sumsel dan Forkopimda dalam Persiapan Angkutan Lebaran di Griya Agung, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, Sumsel merupakan wilayah perlintasan sekaligus koridor tengah Pulau Sumatera, sehingga arus mudik di daerah ini diprediksi cukup padat.

Moda transportasi yang digunakan pemudik masih didominasi mobil pribadi. Selain itu, penggunaan sepeda motor dan bus juga diperkirakan tinggi.

“Namun, adanya kebijakan work from anywhere akan membantu memecah dan mengurangi kepadatan arus masyarakat,” katanya.

Dudy memastikan kondisi jalan lintas di Sumsel ditargetkan siap pada H-10 Lebaran, baik di wilayah timur maupun tengah. Perbaikan jalan telah dilakukan oleh pihak terkait dan progresnya dinilai sangat baik.

“Mudah-mudahan pada H-10 sudah tidak ada lagi jalan berlubang,” katanya.

Ia juga menyoroti percepatan perbaikan akses Tol Kayu Agung–Palembang yang menjadi salah satu fokus utama, terutama karena adanya keluhan masyarakat terkait tarif tol yang dinilai mahal.

“Perbaikan dilakukan bertahap karena membutuhkan investasi besar dan perhitungan matang. Memang tarifnya mahal, tetapi saya yakin dengan adanya tol, pertumbuhan ekonomi Sumsel dan kesejahteraan masyarakat akan semakin membaik,” ujarnya.

Baca juga: Tol Palembang-Betung Difungsionalkan Saat Mudik Lebaran, Masuk Dari Keramasan dan Musi Landas

Baca juga: Tol Palembang-Betung Siap Dibuka Fungsional Pada Arus Mudik Hari Raya Idul Fitri 2026

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan perbaikan jalan nasional penghubung Sumatera Selatan dengan provinsi tetangga ditargetkan rampung pada H-10. Total panjang jalan nasional tersebut sekitar 1.500 kilometer.

“Jalan yang sempat viral di Muba, Prabumulih, Mura, Lahat, dan daerah lainnya akan ditutup lubangnya. Termasuk akses Tol Palembang–Betung, sudah ada jaminan dari Waskita Sriwijaya Tol bahwa perbaikannya selesai,” katanya 
 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved