Warga Palembang Terlantar di Kamboja

Terkendala Proses Dokumen, 15 Warga Palembang yang Terlantar di Kamboja Belum Bisa Dipulangkan

Sebanyak 15 warga Palembang yang saat ini berada di Kamboja hingga kini belum dapat dipulangkan ke Indonesia.

Tayang:
Youtube/Tribun Sumsel
TERLANTAR DI KAMBOJA -- Tangkap layar rekaman video sejumlah warga Palembang yang terlantar di Negara Kamboja. Dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026), Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan, Waydinsyah mengatakan proses pemulangan 15 warga Palembang tersebut masih terkendala proses administrasi. 
Ringkasan Berita:
  • Kepala BP3MI Sumsel, Waydinsyah mengatakan proses pemulangan 15 warga Palembang yang viral terlantar di Negara Kamboja masih terkendala proses dokumen
  • Ditegaskannya, ke-15 warga Palembang tersebut berangkat melalui jalur nonprosedural
  • Berdasarkan pengakuan para korban, mereka awalnya ditawari pekerjaan sebagai pegawai restoran di Malaysia dengan gaji tinggi

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sebanyak 15 warga Palembang yang saat ini berada di Kamboja hingga kini belum dapat dipulangkan ke Indonesia.

Proses kepulangan mereka masih terkendala pengurusan dokumen di Kamboja. 

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan, Waydinsyah, menyampaikan bahwa seluruh warga tersebut diketahui berangkat secara nonprosedural.

"Update dari 15 orang di Kamboja, masih ada masalah dokumen yang sedang dalam proses, sehingga secara keseluruhan belum bisa dipulangkan,” kata Waydinsyah saat dikonfirmasi, Sabtu (21/2/2026). 

Waydinsyah menjelaskan, berdasarkan pengakuan para korban, mereka awalnya ditawari pekerjaan sebagai pegawai restoran di Malaysia dengan gaji tinggi.

Namun setibanya di Malaysia, mereka justru dibawa ke Thailand dan akhirnya sampai di Kamboja.

Kasus ini terungkap setelah adanya pemberitaan viral di media sosial. Pihak BP3MI kemudian melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. 

“Saya konfirmasi beritanya, kapan dan di mana kejadiannya, lalu divalidasi. Kami mendapatkan kontak salah satu warga bernama Farel. Saya tanya apakah benar warga Indonesia dan berada di Kamboja, dan dia membenarkan,” jelasnya.

Baca juga: Tangis Maryam, Ibu di Palembang Anaknya Terlantar di Kamboja, Minta Bantu Pemerintah

Dari hasil penelusuran, diketahui sebagian dari 15 warga tersebut sudah tidak lagi memegang dokumen perjalanan karena paspor mereka diambil oleh perusahaan tempat mereka bekerja. 

"Untuk bisa kembali ke Indonesia, mereka diwajibkan memiliki dokumen resmi seperti paspor. Jika paspor tidak ada, maka harus diterbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) agar dapat melewati proses imigrasi dan memperoleh izin keluar (exit permit)," katanya. 

Menurutnya, Warga Palembang yang digunakan Kamboja tersebut juga telah melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat untuk pengurusan dokumen.

Namun prosesnya membutuhkan waktu karena tingginya jumlah pengajuan serupa dari berbagai daerah di Indonesia.

BP3MI Sumsel saat ini terus berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja, Pemerintah Provinsi, serta Pemerintah Kota Palembang guna mempercepat proses pemulangan. 

“Kendala utamanya memang di dokumen yang masih diproses di KBRI. Di sana sangat padat, banyak yang diurus, bukan hanya dari Sumsel, tetapi juga dari Bangka Belitung, Jawa Barat, Jakarta, dan daerah lainnya,” ungkap Waydinsyah.

Ia menambahkan, proses pengurusan dokumen di perwakilan RI bisa memakan waktu bervariasi, mulai dari 24 hari hingga satu bulan, tergantung pada permasalahan dokumen masing-masing individu.

Pihaknya memastikan, apabila seluruh dokumen telah lengkap, termasuk paspor atau SPLP serta izin keluar dari otoritas imigrasi Kamboja, maka 15 warga Palembang tersebut akan segera dipulangkan ke Indonesia.

Viral Minta Dipulangkan

Sebelumnya, dalam video yang viral nampak belasan pemuda yang mengaku berasal dari Kota Palembang meminta bantuan untuk dipulangkan sebab mereka saat ini berada di Negara Kamboja. 

Dalam video itu mereka meminta bantuan ke Gubernur Sumsel, Herman Deru serta Wali Kota Palembang Ratu Dewa. 

Dari pengakuannya, mereka  tidak memiliki ongkos untuk kembali ke Indonesia dan meminta bantuan kepada Gubernur Sumsel serta Wali Kota Palembang agar dapat dipulangkan.

Para pemuda tersebut diduga menjadi korban penipuan kerja di luar negeri.

Mereka mengaku berangkat dengan iming-iming pekerjaan, namun setibanya di Kamboja justru mengalami kesulitan dan tidak dapat kembali ke tanah air.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru bergerak cepat merespons laporan terkait 15 warga Palembang yang terlantar.

Pemerintah Provinsi Sumsel langsung berkoordinasi untuk memastikan keselamatan para warga tersebut.

Gubernur Sumsel Turun Tangan

Gubernur Sumsel Herman Deru sudah berkomunikasi langsung dengan 15 pemuda asal Palembang yang kini terlantar di Negara Kamboja. 

Saat ini, belasan pemuda tersebut dilaporkan telah berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.

Pemprov Sumsel memastikan proses pemulangan ke Indonesia segera dilakukan.

"Sudah kita urus, baru tersambung teleponnya. Nanti kita pulangkan ke sini,” kata Herman Deru, Rabu (18/2/2026) malam.

Deru juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur janji pekerjaan di luar negeri tanpa melalui prosedur resmi. 

Ia menegaskan pentingnya memastikan proses keberangkatan kerja dilakukan melalui jalur yang sah guna menghindari risiko penipuan dan perdagangan orang.

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved