Berita Universitas Terbuka Palembang
Hadapi Tantangan Digital dan AI, UT Palembang Siapkan Lulusan Berkarakter dan Kompeten
Universitas Terbuka (UT) Palembang menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan
TRIBUNSUMSEL.COM -- Universitas Terbuka (UT) Palembang menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berdaya saing melalui Seminar Wisuda UT Palembang Periode 2026 bertajuk “Membangun Literasi Unggul Sumatera Selatan: Strategi Pendidikan Daerah Meningkatkan Daya Saing Lulusan Didunia Kerja”.
Kegiatan yang diikuti 325 peserta secara luring dan hampir 600 peserta melalui Zoom ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, yakni Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pelayanan Disdik Sumsel, Dr. Tatang serta Kasi Kurikulum SMA Disdik Sumsel, Dr. Kencana Sari, Selasa (10/2/2026).
Direktur UT Palembang, Drs. H. Muhammad Tair Abunaim, M.M., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan sebagai pembelajar sepanjang hayat.
“Wisuda bukan titik akhir, tetapi titik awal. Karena itu, UT memandang penting menghadirkan seminar akademik agar lulusan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga kompeten dan berkarakter,” ujar Tair Abunaim.
Ia menekankan bahwa tema seminar sangat relevan dengan tantangan dunia kerja saat ini, yang tidak lagi hanya menuntut ijazah, melainkan literasi yang kuat dan adaptif, mulai dari literasi baca tulis, numerasi, hingga literasi digital dan kemampuan berpikir kritis.
Sebagai perguruan tinggi negeri dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT Palembang, lanjutnya, memiliki komitmen kuat dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas.
“Kami percaya literasi adalah fondasi utama daya saing sumber daya manusia, baik di tingkat lokal, nasional, hingga global,” jelasnya.
Naim sapaan akrabnya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas sinergi yang terjalin dalam membangun ekosistem literasi daerah.
“Kehadiran Dinas Pendidikan Sumsel memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun literasi unggul di Sumatera Selatan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pelayanan Disdik Sumsel, Dr. Tatang, menegaskan bahwa literasi memiliki peran krusial bagi para alumni dalam menghadapi persaingan dunia kerja, khususnya di era teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
“AI adalah bagian dari kemajuan teknologi, tetapi harus kita kendalikan. Sebagai masyarakat intelektual, mahasiswa dan sarjana harus tetap menjadi subjek, bukan objek dari teknologi,” tegasnya.
Menurutnya, pesatnya perkembangan AI tidak boleh menggerus kemampuan manusia. Justru, lulusan dituntut memiliki skill, keahlian, dan sertifikasi yang kuat agar tidak tertinggal dalam persaingan global.
Senada dengan itu, Kasi Kurikulum SMA Disdik Sumsel, Dr. Kencana Sari menyampaikan bahwa membangun budaya literasi secara cermat akan membuka peluang besar, baik di dunia kerja, pemanfaatan sumber daya alam, maupun pengembangan sumber daya manusia.
“Perbanyak literasi, karena dari sanalah kita bisa membaca peluang dan prospek. Pemerintah Provinsi Sumsel sudah menebarkan jala, tinggal bagaimana masyarakat menangkap peluang itu,” ujarnya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Steven Anthony, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa seminar wisuda merupakan agenda rutin UT yang mengangkat isu-isu strategis, mulai dari pendidikan, ketenagakerjaan hingga tantangan sumber daya manusia.
“Kita menuju Indonesia Emas 2045. Banyak lulusan SMA yang terkendala kuliah, dan UT hadir sebagai solusi. Kuliah bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja,” jelasnya.
Ia menambahkan, mahasiswa UT relatif lebih siap menghadapi tantangan digital karena proses pembelajaran mereka sangat dekat dengan literasi digital dan informasi.
Menjawab tantangan maraknya penggunaan AI, UT Palembang telah mengantisipasi melalui kebijakan akademik yang adaptif. Mahasiswa diperbolehkan memanfaatkan AI secara terbatas dan fair, dengan komposisi maksimal 30 persen, selebihnya harus berupa analisis mandiri.
“Kita tidak boleh mengesampingkan mengatakan AI buruk tapi kita sambut karena ini zamannya. Tetapi penggunaan AI sepenuhnya akan terdeteksi. UT memiliki sistem Turnitin dan aplikasi pelacak AI lainnya. Jika melebihi batas, nilai bisa berkurang bahkan digagalkan,” tegas Steven.
UT juga telah menyesuaikan kurikulum dengan peningkatan level soal berbasis Taksonomi Bloom minimal C3, sehingga mahasiswa dituntut mampu menganalisis studi kasus nyata di lapangan.
“Harapannya, UT semakin menjadi pilihan utama pembelajaran jarak jauh, khususnya bagi lulusan SMA yang ingin kuliah sambil berkarier. Jangan ragu, karena seluruh program studi UT sudah unggul dan siap menjawab tantangan serta menjadi jalan keluar,” pungkasnya.
Berita Universitas Terbuka Palembang Terupdate
Berita Universitas Terbuka Palembang
Wisuda Universitas Terbuka
| 650 Mahasiswa Baru Universitas Terbuka Palembang Antusias Ikuti OSMB Tahap VI |
|
|---|
| 400 Maba UT Palembang Antusias Ikuti OSMB dan PKBJJ Tahap 5, Dibekali Pencegahan Radikalisme |
|
|---|
| Gelar PKBJJ Tahap 2 UT Palembang Siapkan 400 Maba, Fokus Strategi Belajar dan Aplikasi Digital |
|
|---|
| Universitas Terbuka Palembang Gelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru & PKBJJ Tahap I |
|
|---|
| Sempat Kendala Listrik Padam, Ratusan Mahasiswa UT Palembang Tetap Antusias Ikuti Ujian Online |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Wisuda-Universitas-Terbuka.jpg)