Berita Universitas Terbuka Palembang

400 Maba UT Palembang Antusias Ikuti OSMB dan PKBJJ Tahap 5, Dibekali Pencegahan Radikalisme

Direktur Universitas Terbuka Palembang, Drs. Muhammad Tair A., M.M., mengatakan OSMB dan PKBJJ merupakan agenda wajib bagi seluruh mahasiswa baru.

Tayang:
Editor: Sri Hidayatun
Universitas Terbuka Palembang
Sebanyak 400 mahasiswa baru program Diploma dan Sarjana mengikuti kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) tahap 5 yang digelar di Aula UT Palembang, Sabtu (21/2/2025). 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG- Sebanyak 400 mahasiswa baru program Diploma dan Sarjana mengikuti kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) tahap 5 yang digelar di Aula UT Palembang, Sabtu (21/2/2025).

Selain pembekalan akademik, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Densus 88 AT Polri Satgaswil Sumsel, yakni Briptu Nicolas S., SH., dan Briptu Al Farezi, SH., yang memberikan materi terkait bahaya bullying hingga pencegahan radikalisme di ruang digital.

Direktur Universitas Terbuka Palembang, Drs. Muhammad Tair A., M.M., mengatakan OSMB dan PKBJJ merupakan agenda wajib bagi seluruh mahasiswa baru.

Menurutnya, sistem pembelajaran di UT berbeda dengan sekolah tatap muka pada umumnya.

“Selama ini mereka terbiasa dengan jadwal sekolah yang sudah ditentukan. Ketika masuk UT, ini menjadi hal baru dan asing karena berbasis pembelajaran jarak jauh dan mandiri,” ujar pria yang akrab disapa Naim.

Ia menjelaskan, hari pertama difokuskan pada OSMB untuk membangun pemahaman utuh mengenai sistem pembelajaran jarak jauh, sekaligus menyiapkan mental mahasiswa dalam menjalani studi.

Sementara hari kedua diisi dengan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ), agar mahasiswa memiliki kepercayaan diri, memahami strategi belajar efektif, serta mampu memanfaatkan layanan UT seperti tutorial online dan fasilitas pembelajaran lainnya.

“Kami berharap saat mereka praktik belajar mandiri nanti sudah tahu harus melakukan apa, sehingga tidak tersesat karena sudah diarahkan sejak awal,” tegasnya.

Dalam sesi pemaparan, Briptu Nicolas menegaskan bahwa bullying merupakan ancaman serius di lingkungan pendidikan.

Baca juga: Gelar PKBJJ Tahap 2 UT Palembang Siapkan 400 Maba, Fokus Strategi Belajar dan Aplikasi Digital 

Ia menjelaskan, bullying adalah tindakan jahat yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh pihak yang lebih kuat kepada yang lebih lemah, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis.

“Dampaknya tidak main-main, mulai dari korban merasa lemah dan tidak berharga, Isolasi sosial dan kesepian, Kecemasan, depresi hingga trauma, munculnya kemarahan dan keinginan balas dendam Krisis identitas, terangnya.

Selain itu, ia juga menyoroti maraknya propaganda ekstrem di game online, situs, maupun forum digital yang dapat memengaruhi pola pikir generasi muda melalui narasi kebencian dan ajakan kekerasan.

Konten berbahaya seperti tema gore, sadistik, hingga propaganda ekstrem dinilai dapat mengganggu kesehatan mental dan berpotensi menjerumuskan ke pola pikir radikal.

“Beberapa ciri anak terpapar konten radikal di antaranya menyukai konten kekerasan dan sadistik, menarik diri dari pergaulan, marah berlebihan saat perangkatnya diperiksa, menyimpan simbol kekerasan atau meniru tokoh pelaku kekerasan,” ujarnya.

Untuk mencegah radikalisasi, Pihak Densus 88 menerapkan strategi 6P, yakni Pengawasan dan deteksi dini, Pendidikan dan penyuluhan toleransi, Pemberdayaan organisasi dan kegiatan positif, Penguatan nilai Pancasila dan ideologi negara, Pendekatan mental dan psikologis dan Pemanfaatan teknologi untuk penyebaran nilai positif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved