Berita Palembang
Dampak Kisruh di DPP, 17 DPD Partai Berkarya di Sumsel Bubarkan Diri, Gabung Partai Indonesia Raya
Hal ini merupakan buntut dari ketidakpercayaan mereka, terhadap kepemimpinan Muchdi Purwoprandjono (Muchdi PR) sebagai Ketua Umum Partai Berkarya.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Kemudian, secara sepihak mengganti sekjen DPP Partai Berkarya yang terpilih dalam Munas, Keputusan-keputusan partai dilakukan tanpa melibatkan DPP, tapi melibatkan timnya sendiri. Selain itu, Ketum tidak konsisten terhadap keputusan Munas dan aturan berorganisasi parpol.
Akibatnya, beberapa pimpinan DPP, DPW dan DPD mengajukan mosi tidak percaya kepada ketua umum. Namun sampai batas waktu yang diberikan, ketum tetap tidak berubah.
Atas dasar mosi tersebut, DPW dan beberapa DPD menyatakan mundur dan membentuk partai baru sebagai wadah berorganisasi politik ke depan.
“Pembubaran partai ini merupakan keputusan bersama, yang diambil dengan penuh tanggungjawab dan pertimbangan yang matang,” ujar Syaradiba Agustina, Ketua DPD Parindra Sumsel.
Setelah mendapat informasi dari Ketua 2 DPP Parindra Teddy Surachmat dan Ketua DPD Parindra Sumsel Syaradiba Agustina, pengurus DPD Partai Berkarya di kabupaten dan kota di Sumsel mengundurkan diri, dan sepakat bergabung dengan Parindra.
Ketua DPD Partai Berkarya Muaraenim Yoga Adibaya mengemukakan setuju kepengurusan partai yang ia pimpin bubar dan masuk ke Parindra.
“Saya akan mensosialisasikan informasi ini ke 22 cabang dan anak cabang di Muaraenim, bahwa kita bubar dan bergabung ke Parindra. Partai baru dengan semangat baru!,” tanas Yoga.
Pendapat senada dikemukakan Heri Gustinus (DPD Partai Berkarya Palembang), Teri Gana (DPD Partai Berkarya OKI), Abdul Malik Nasution (DPD Partai Berkarya Pali), Muhamad Saadi (DPD Partai Berkarya Pagaralam), Zuber Alatas (Musi Banyuasin) dan lain-lain.
"Kita mempersiapkan serta menyusun kepengurusan baru Perindra di tingkat anak cabang,” ujar Muhammad Saadi.
Menanggapi hal itu, Mayjen TNI (Purn) Teddy Surachmat dan Syaradiba Agustina mengingatkan bahwa kepengurusan Perindra baik di tingkat DPW, DPD, Cabang dan anak cabang – harus melibatkan generasi muda dan wanita.
“Porsi wanita dalam kepengurusan Parindra minimal 30 persen. Perbanyak jumlah generasi muda karena merekalah nantinya sebagai penerus kita,” pungkasnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Jelang Iduladha 1447 H, Pertamina Gandeng Aparat Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Sumbagsel Aman |
|
|---|
| Ambil Orderan Makanan, Ojol di Palembang Syok Hilang Motor di Jalan Sudirman |
|
|---|
| Mulai Dibuka Hari Ini, Berikut Link Pendaftaran Seleksi Mandiri Unsri Lengkap dengan Syarat |
|
|---|
| Tak Sekadar Antar Penumpang, Driver Ojol di Palembang Diajak Jadi Agen Penggerak Jaminan Sosial |
|
|---|
| Program Makanan Bergizi Gratis Bakal Masuk Kampus Unsri? Ini Penjelasan Rektor Taufik Marwah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Dampak-Kisruh-di-DPP-17-DPD-Partai-Berkarya-di-Sumsel-Bubarkan-Diri-Gabung-Partai-Indonesia-Raya.jpg)