Saling Serang di Depan PS Mal Palembang

Ratu Dewa Geram Bentrok Antar Ormas Pecah di Palembang, Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku

Wali Kota Palembang Ratu Dewa geram dengan pecahnya aksi bentrok antar dua Ormas berujung aksi pembacokan di depan PS Mal Palembang.

Dokumentasi/TRIBUNSUMSEL.COM
BENTROK ORMAS -- Wali Kota Palembang, Ratu Dewa geram dengan adanya aksi bentrokan antar ormas di Palembang. Dewa mendukung polisi menindak tegas para pelaku 

Saat ini polisi masih mendalami keterangan saksi dan memeriksa CCTV.

"Dari rekaman CCTV dapat dipastikan bahwa aksi saling serang ini dilakukan antar kelompok dan melibatkan lebih dari 10 orang. Hanya saja, siapa pelakunya termasuk motif masih kami dalami," ujarnya, Selasa (6/1/2026).

"Untuk dua parang itu ditemukan oleh satpam di dalam mal dan diserahkan ke kami," katanya menambahkan. 

Lanjut dikatakan, meski telah terkonfirmasi ada korban, namun hingga saat ini belum ada laporan ke polisi terkait aksi saling serang tersebut.

"Laporannya belum ada sampai sekarang. Kita tunggu laporannya dari korban," ujarnya. 

Korban Lapor Polisi

Aksi saling serang antar dua kelompok bersajam di depan PS Mal tepatnya di Jalan Angkatan 45 Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I,  Palembang Selasa, (6/1/2025), kini berujung ke ranah hukum. 

Melalui Bachril (54), ayahnya, M Billy Putra Pratama (30) korban pembacokan saat aksi penyerangan itu memutuskan membuat laporan polisi. 

Laporan dibuat Bachril dengan didampingi kuasa hukumnya. 

"Untuk persis kejadian saya tidak begitu tahu pak. Namun setelah mendapati informasi tersebut saya langsung menuju RS AK Ghani untuk melihat kondisi anak saya," kata Bachril saat membuat laporan polisi, Rabu (7/1/2026). 

Diketahui, Billy adalah warga Jalan RE Martadinata Lorong Amal Kelurahan 2 Ilir Kecamatan IT II Palembang.

Dia mengalami sejumlah luka bacok akibat aksi saling serang tersebut dan hingga kini masih dirawat di RS AK Gani Palembang

Kata Bachril, dirinya diberitahu istri Billy terkait kondisi yang dialami anaknya. 

Dari keterangan Billy, kata Bachril, aksi pengeroyokan tersebut berawal saat dia sedang berada di TKP.

Lalu secara tiba-tiba dia diserang oleh sekelompok orang dengan menggunakan senjata tajam. 

"Dari keterangan anak saya begitu ketika di rumah sakit," katanya. 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved