PPPK Paruh Waktu di Sumsel
Yuniarsih Menanti Tiga Dekade, Ribuan Honorer Pemprov Sumsel Kini Resmi Berstatus ASN
Butuh waktu 31 tahun pengabdian tanpa putus bagi Yuniarsih hingga akhirnya negara memberikan pengakuan resmi atas statusnya.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Yuniarsih (59), guru Biologi SMA Negeri 3 Pulau Rimau, akhirnya dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu
- Ia sudah 31 tahun mengabdi sejak 1994.
- Ia menjadi bagian dari 5.990 PPPK Paruh Waktu Pemprov Sumsel yang diresmikan Gubernur Herman Deru.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Senin (22/12/2025) menjadi hari yang tak akan terlupakan bagi Yuniarsih.
Di usianya yang menginjak 59 tahun—usia di mana banyak orang mulai memikirkan masa pensiun—ia justru baru saja memulai babak baru dalam karier profesionalnya.
Mengenakan seragam ASN yang selama puluhan tahun hanya ada dalam mimpinya, Yuniarsih resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Ibu empat anak ini merupakan guru Biologi di SMA Negeri 3 Pulau Rimau.
Ia telah mendedikasikan hidupnya di depan papan tulis sejak tahun 1994.
Artinya, butuh waktu 31 tahun pengabdian tanpa putus bagi Yuniarsih hingga akhirnya negara memberikan pengakuan resmi atas statusnya.
"Usia saya 59 tahun dan masa kerja saya sebenarnya tinggal hitungan bulan. Namun, ada kebijakan masa kerja saya dibulatkan menjadi satu tahun hingga akhir 2026," ungkap Yuniarsih dengan mata berkaca-kaca di Lapangan Bumi Sriwijaya, Palembang.
Meski statusnya adalah PPPK Paruh Waktu, Yuniarsih mengaku menjalaninya dengan penuh keikhlasan. Kebahagiaannya pun terasa lengkap karena kesabarannya berbuah manis; anak-anaknya kini juga telah berhasil mengikuti jejaknya sebagai ASN.
"Alhamdulillah, anak-anak saya sudah menjadi ASN lebih dulu. Saya jalani ini dengan ikhlas," tuturnya tersenyum.
Kepastian bagi 5.990 Pegawai
Yuniarsih tidak sendirian. Ia adalah bagian dari 5.990 PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang diresmikan langsung oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru. Pengangkatan ini menjadi oase bagi para tenaga honorer yang telah lama menanti kepastian status.
Berdasarkan laporan Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, rincian PPPK yang diresmikan kali ini meliputi:
Tenaga Guru: 2.149 orang
Tenaga Teknis Pendidikan: 1.942 orang
Tenaga Kesehatan: 1 orang
Tenaga Teknis Lainnya: 1.898 orang
Gubernur Herman Deru dalam sambutannya menegaskan bahwa status ASN ini bukan sekadar tentang penghasilan, melainkan tentang pengabdian dan kehormatan. "Mulai hari ini, negara telah mengakui kalian sebagai ASN.
Secara simbolis dapat dilihat dari seragam yang kalian kenakan. Gunakan ini sebagai motivasi untuk meningkatkan kedisiplinan dan pelayanan kepada masyarakat," tegas Deru.
Data ASN Pemerintah Provinsi Sumsel
| Live TikTok di Kamar, Pemuda 18 Tahun di Mesuji OKI Tewas Tertembak Senjata Rakitan Temannya |
|
|---|
| Tinggal Tunggu Restu Presiden Prabowo, Program Makan Bergizi Gratis Siap Melebarkan Sayap ke Jeddah |
|
|---|
| Ditangkap Polisi, Ini Motif Pelaku Perusakan Spion Mobil Menggunakan Kunci Roda di Tol JORR |
|
|---|
| Tangis Haru Menuju Pelaminan, Rebecca Klopper Tulis Pesan Menyentuh Ini untuk Jennifer Coppen |
|
|---|
| Geram Disebut Tak Nafkahi Anak, Ruben Onsu Tantang Sarwendah: Kalau Enggak Sanggup, Serahkan ke Saya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Jadwal-Lokasi-Pelantikan-PPPK-Paruh-Waktu-Pemprov-Sumsel-6000-Orang-Dilantik-22-Desember-2025.jpg)