Demo di DPR RI

Usai Rumah Dirusak dan Dijarah Massa, Ini Permintaan Astrid Kuya saat Ikut Rapat di DPRD DKI Jakarta

Menghadiri rapat Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pendidikan setelah rumahnya dijarah massa anarkis, anggota DPRD DKI

Tayang:
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Astrid Kuya, istri Surya Utama alias Uya Kuya resmi dilantik menjadi anggota DPRD DKI Jakarta, Senin (26/8/2024). Astrid mengaku sering diremehkan. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Menghadiri rapat Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pendidikan setelah rumahnya dijarah massa anarkis, anggota DPRD DKI Jakarta, Astrid Kuya.

Rumah Astrid Kuya dan Uya Kuya, suaminya yang anggota DPR RI, yang dijarah massa berada di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Pada Sabtu (30/8/2025), dalam rapat tersebut, Astrid Kuya menyinggung peristiwa kerusuhan yang berujung penjarahan rumahnya saat unjuk rasa berakhir ricuh di Jakarta.

Banyak pelaku penjarahan adalah anak-anak usia sekolah menengah dari pengamatannya.

Astrid Kuya bahkan mengalami langsung dampak kerusuhan itu.

RUMAH UYA KUYA -Rumah Uya Kuya didatangi massa tak dikenal pada Sabtu (30/8/2025) malam dan menjarah barang-barang serta melakukan tindakan vandalisme. Uya Kuya mengaku baru berani melihat video penjarahan rumahnya empat hari setelah insiden terjadi.
RUMAH UYA KUYA -Rumah Uya Kuya didatangi massa tak dikenal pada Sabtu (30/8/2025) malam dan menjarah barang-barang serta melakukan tindakan vandalisme. Uya Kuya mengaku baru berani melihat video penjarahan rumahnya empat hari setelah insiden terjadi. (Tribunnews.com/ Reynas Abdila/ Tangkap layar Instagram @king_uyakuya//Tribunnews.com Reza Deni)

Rumahnya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, yang juga dihuni bersama Uya Kuya itu didatangi massa tidak dikenal.

Sejumlah barang berharga pun digasak.

"Waktu kerusuhan dan penjarahan itu, banyak anak-anak sekolah menengah, yang mengikuti atau ikut-ikutan, basic karakter dan agama anak-anak ini harus diperkuat," kata Astrid Kuya.

Astrid Kuya menilai, pembentukan karakter anak perlu diperkuat melalui pemahaman agama sejak dini.

Hal itu, kata dia, penting untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam tindakan negatif.

"Menurut saya, (pembentukan karakter) masukan dalam kurikuler, itu sifatnya wajib, anak-anak harus mengikuti, supaya karakter building-nya dibentuk," ucap Astrid Kuya.

Dia meminta penguatan pendidikan agama masuk dalam kurikulum sekolah.

"Anak-anak ini basis agama dan karakternya harus diperkuat," kata Astrid Kuya.

Kucing Dikembalikan

Dalam wawancara lewat sambungan video call bersama wartawan, Uya Kuya mengaku sudah ikhlas rumahnya dijarah dan dirusak massa.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved