Demo di DPR RI
Penampakan "Roni Man" RX-King Ahmad Sahroni yang Dimodif Sampai Rp450 Juta, Kini Sang Dewan Dicari
di antara banyak kendaraan mewah tersebut, Sahroni dikenal memiliki kecintaan khusus terhadap motor legendaris Yamaha RX-King.
Adapun polemik ini berawal ketika Salsa merasa terdorong untuk bersuara karena pernyataan
Salsa menilai DPR sering bersikap defensif terhadap fasilitas dan tunjangan, tapi kurang terlihat galak dalam menyuarakan kinerja dan hasil nyata untuk rakyat.
Perempuan yang mengaku juara debat di Nanyang Technology University dan mahasiswa berprestasi Universitas Gadjah Mada itu mengaku murka dengan statement Ahmad Sahroni.
"Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88 dari partai @official_nasdem . Kita buktikan siapa yang sebenernya tolol dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyat! Kita pilih juri debat profesional kalo bisa yg internasional, disaksikan seluruh masyarakat Indonesia.
Berani? Bertanggung jawab sama kata2 kamu ngatain bos yang bayar gaji kamu “tolol”. Namanya gak tau diri, duitnya diembat, dikatain, manusia maruk bin gak tau diri," kata dia.
Ahmad Sahroni menolak ajakan debat tersebut dan menegaskan tak akan meladeni Salsa Erwina.
Ia berguyon dengan nada bercanda ingin bertapa terlebih dahulu.
"Ane gak akan ladenin org yg ajak debat ane, ane mau bertapa dl bia pinter krn ane masih bloon. ane ini masih bego," tulis Ahmad Sahroni di unggahan Instgramnya.
Unggahan tersebut kemudian memancing reaksi warganet.
Salah satu tanggapan yang muncul menyinggung soal keberanian Sahroni untuk menghadapi tantangan debat dari Salsa Erwina.
“Takut kau bg?,” tulis seorang pengguna media sosial menanggapi unggahan itu.
Sebelumnya, ia juga sempat mengunggah foto Salsa yang sedang berbicara di media televisi.
"Jauh yah ibu ini ... lg Lomba debat di denmark yah ?? selamat ya bu ssmoga debat nya menang dan terus menang... Ibu juara dan juaraa," tulisnya.
Sementara itu, Ahmad Sahroni menegaskan pernyataannya soal “orang tolol sedunia” bukan ditujukan kepada masyarakat secara umum, melainkan pada pola pikir pihak-pihak yang menilai DPR bisa dibubarkan begitu saja hanya karena isu gaji dan tunjangan.
“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” kata Sahroni, dikutip Kompas.com, Selasa (26/8/2025).
Jusuf Kalla Bicara Soal Pemicu Demo di Sejumlah Wilayah hingga Berujung Rusuh, Sebut Bukan dari Luar |
![]() |
---|
Beredar Buzzer Bayaran Rp150 Juta untuk Damai, Jerome Polin : Jangan Korbanin Rakyat |
![]() |
---|
VIDEO Sorakan Pendemo di DPR Cari Sahroni, Uya Kuya, dan Eko Patrio: Woi Pejabat-pejabat Yang Joget |
![]() |
---|
VIDEO Emak-emak Nangis Pilu Kena Gas Air Mata Polisi saat Demo DPR, Tas Hingga Laptopnya Hancur |
![]() |
---|
VIDEO Momen Komisi I DPR Buru-buru Akhiri Rapat Cuma 30 Menit, Khawatir Tak Bisa Pulang karena Demo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.