Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob
7 Anggota Brimob Polda Metro Jaya Pelindas Ojol saat Demo Terbukti Langgar Etik, Langsung Ditahan
Tujuh anggota Brimob terbukti melanggar kode etik profesi terkait kendaraan taktis(rantis) Brimob melindas pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21)
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM - Tujuh anggota Brimob terbukti melanggar kode etik profesi terkait insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob melindas pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21).
Ketujuh polisi itu adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.
Kepala Divisi Propam Polri Irjen Abdul Karim mengatakan saat ini ketujuh anggota Brimob itu langsung dilakukan penahanan.
"Terhadap 7 orang terduga pelanggar kami tetapkan dipastikan bahwa terduga pelanggar telah terbukti melanggar kode etik profesi Kepolisian," kata Karim dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, dilansir dari Kompas.com, Jumat (29/8/2025).
Baca juga: Tampang 7 Anggota Brimob Polda Metro Jaya yang Ada di Dalam Rantis Lindas Ojol saat Demo Ricuh

Adapun penahanan dilakukan dengan penempatan khusus (patsus) selama 20 hari terhitung mulai 29 Agustus 2025 ini.
"Mulai hari ini kami lakukan penempatan khusus atau patsus di Divpropam Polri selama 20 hari terhadap 7 orang pelanggar," kata Karim.
Abdul menambahkan, penahanan selama 20 hari bagi tujuh anggota Brimob tersebut dapat diperpanjang jika Divisi Propam Polri masih memerlukan waktu lebih untuk melakukan pemeriksaan dan pelanggaran.
"Saya tegaskan lagi… selama 20 hari terhitung mulai 29 Agustus sampai dengan 17 September. Apalagi 20 hari ini dirasakan kurang, maka masih bisa kita lakukan lagi untuk penempatan khusus,” ucap Abdul Karim.
Patsus tersebut dilakukan setelah Divisi Propam Polri menyimpulkan bahwa tujuh anggota Brimob tersebut terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan profesi Polri (KEPP).
“Adapun dari gelar awal ini sudah kita sepakati dan hasil rekomendasi secara menyeluruh, dan kami sudah sampaikan ke Kompolnas dan Komnas HAM. Terhadap tujuh orang, kami pastikan terduga pelanggar sudah terbukti telah melanggar kode etik kepolisian,” jelas Abdul Karim.
Diberitakan sebelumnya, seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas usai dilindas mobil rantis milik Brimob pada Kamis (28/8) malam di sekitaran Pejompongan, Jakarta, dalam rangkaian demonstrasi massa.
Baca juga: Segini Harga Mobil Rantis Brimob Lindas Affan Driver Ojol di Pejompongan Berujung Meninggal Dunia
Selain driver ojol yang ditabrak polisi hingga tewas, diketahui ada juga pengemudi ojek online yang terluka.
Driver itu bernama Moh Umar Amarudin.
Mobil lapis baja itu lantas melindas seorang pengendara ojek online yang tengah berusaha lari dari kerumunan.
Peristiwa itu membuat massa yang semula bubar kembali mengerubungi mobil rantis.
Pengakuan Sopir Rantis
Salah satu anggota yang merupakan sopir rantas Brimob, mengaku jika kendaraan yang dikendarainya berhenti di tengah kerumunan, maka seluruh penumpang di dalamnya akan dihakimi oleh massa pendemo.
Pada momen tersebut, massa sudah melempari rantis Brimob menggunakan batu dan bom molotov, klaim dirinya.
"Jadi itu di jalan kan pertigaan, di kiri ada massa, di kanan massa, di depan massa dekat pom bensin. Itu mobil kalau saya berhentikan, habis pak. Pasti habis karena mereka sudah nyerang pakai batu, pakai cone block, pakai bom molotov," ujarnya dikutip dari YouTube Kompas TV.
Ia mengaku dalam kondisi tersebut, hanya memikirkan bagaimana menyelamatkan anggota lain yang berada di dalam rantis Brimob tersebut.
Kemudian, dirinya menyebut adanya perintah dari atasan yang juga berada di dalam rantis untuk tetap berjalan.
Namun, karena massa yang sudah berkerumun di sekitar lokasi, rantis Brimob pun tidak bisa bergerak.
"Saya harus berjuang terus, pokoknya harus selamat ini. Lima menit telat, habis kita pak. Soalnya massa sudah banyak gitu," ujarnya.
Baca juga: Murkanya Prabowo Sebut Insiden Driver Ojol Dilindas Rantis Brimob Harus Jadi Tanggung Jawab Aparat
Terkait peristiwa saat melindas Affan, sopir tersebut mengaku tidak tahu adanya orang di depan rantis Brimob yang dikendarainya.
Dia kembali menegaskan hanya memikirkan keselamatan anggota lain yang berada di dalam rantis Brimob.
"Saya tidak mengetahui posisi korban karena saya tidak memperhatikan orang kanan-kiri," katanya.
Singkat cerita, tujuh anggota Brimob yang berada di dalam rantis tersebut pun berhasil lolos dari kepungan massa.
Perintah Prabowo
Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatiannya terhadap insiden pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas oleh kendaraan taktis (Rantis) Baraccuda Brimob Polri dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025).
Prabowo menyampaikan duka belasungkawa terhadap keluarga korban yang ditinggalkan.
Dia mengaku kecewa atas tindakan anarkis aparat yang membuat driver ojek online, Affan meninggal dunia.
"Saya telah mengikuti perkembangan akhir-akhir ini, di mana tadi malam ada demonstrasi yang mengarah kepada tindakan anarkis juga ada peristiwa di mana petugas menabrak satu orang pengemudi ojol yang mengakibatkan almarhum Affan Kurniawan meninggal dunia," kata Prabowo di video rilisnya, dilansir dari Instagram Kompas, Jumat (29/8/2025).
Prabowo menegaskan akan menjamin kehidupan keluarga Affan.
“Saya atas nama pribadi dan atas nama pemerintah Republik Indonesia mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, baik kepada orang tua maupun adik dan kakak-kakaknya,” kata Prabowo.
Prabowo mengaku terkejut dan prihatin atas insiden demonstrasi yang berujung menelan korban jiwa.
Dia juga memerintahkan institusi Polri untuk mengusut insiden tersebut hingga tuntas dan transparan, serta memastikan pelaku diberikan hukuman sesuai yang berlaku.
”Saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan, saya sudah perintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab," ujarnya.
"Seandainya diketemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Prabowo.
Dalam situasi seperti ini, Prabowo juga mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah yang dipimpinnya.
"Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita semua keluhan-keluhan masyarakat akan kami catat dan akan kami tidak lanjuti.
Saya juga mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada agar unsur-unsur yang selalu ingin huru-hara, yang ingin chaos saya sampaikan kepada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat. Tidak menguntungkan masyarakat. Tidak menguntungkan bangsa kita," terang Prabowo.
Prabowo menuturkan bahwa bangsa Indonesia saat ini berbenah diri.
"Bangsa kita sedang mengumpulkan semua tenaga semua kekuatan semua kekayaan untuk kita bangkit membangun negara yang kuat negara yang sejahtera, negara yang berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan.
Kita akan menjadi bangsa yang maju kita akan menjadi bangsa yang mandiri yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita akan menjadi negara industri yang tidak kalah dengan negara-negara lain.
Untuk itu kita harus waspada, kita harus tenang dan kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin Membuat huru-hara dan kerusuhan. Aspirasi yang sah silahkan untuk disampaikan, kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki.
Saya kira itu pesan saya Terima kasih," tandasnya.
(*)
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
Pengakuan Sopir Rantis Brimob yang Lindas Driver Ojol Affan: Kalau Saya Berhentikan, Habis Pak |
![]() |
---|
Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, ADO Sumsel Bakal Gelar Aksi di Polda Sumsel Senin, 1 September |
![]() |
---|
Jaket Ojol Robek Jadi Saksi Bisu, Affan Tewas Dilindas Rantis Brimob Saat Antar Pesanan Makanan |
![]() |
---|
'Mau Nyeberang Kena Barracuda Ngebut, Kelindes' Rekan Ojol di TKP Tegaskan Affan Tak Ikut Demo |
![]() |
---|
Tampang 7 Anggota Brimob Polda Metro Jaya yang Ada di Dalam Rantis Lindas Ojol saat Demo Ricuh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.