Kepala BGN Dicopot

Duduk Perkara Eks Kepala BGN Dadan Hindayana & Wakilnya Resmi Tersangka Dugaan Korupsi Program MBG

Eks Kepala Badan Gizi Nasional(BGN) Dadan Hindayana, bersama dua wakilnya resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi

Tayang:
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Youtube/KompasTV
DITETAPKAN TERSANGKA- Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (kiri), bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya (kanan) dan Lodewyk Pusung (tengah) resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025–2026. 

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung membenarkan tengah menggeledah kantor BGN Jakarta.

Penggeledahan tersebut dilakukan di tengah sorotan terhadap lembaga tersebut setelah pergantian jajaran pimpinannya.

"Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN," kata Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, M. Jeffry kepada Kompas.com, Rabu.

Petugas keamanan kantor BGN menyebut penggeledahan dimulai sejak Rabu dini hari tadi.

Para karyawan BGN tidak diperbolehkan masuk ke dalam kantor selama penggeledahan masih berlangsung.

Mereka menunggu di sejumlah tempat, ada yang duduk di area luar gedung, di depan lobi, maupun di dalam lobi.

Presiden Tidak Ingin Ada Korupsi

Langkah tegas Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan bersih-bersih di instansi baru yang memegang program strategis nasional.

Kepala Negara secara resmi mencopot Irjen (Purn.) Sony Sonjaya dari posisinya di Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto ingin tidak ada korupsi hingga penyimpangan dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).

Dudung menekankan, Prabowo ingin setiap anggaran negara yang dikeluarkan untuk program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan menguntungkan kelompok tertentu.

"Keinginan Bapak Presiden bahwa ini uang rakyat yang harus betul-betul dikawal, tidak ada terjadinya korupsi, tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan, tetapi betul-betul Bapak Presiden menginginkan bahwa ini untuk kepentingan rakyat," ucap Dudung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026), dilansir dari Kompas.com.

Dudung mengatakan Presiden RI juga ingin Indonesia memiliki sumber daya manusia yang unggul dengan adanya program MBG.

Oleh karena itu, Dudung menilai perombakan pimpinan BGN sebagai langkah yang tepat untuk mengikuti keinginan Prabowo.

"Sehingga langkah yang tepat, saya yakin ini untuk perbaikan ke depannya sehingga di BGN itu semakin transparan, akuntabel," ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu.

Dudung juga meyakini, Prabowo punya pertimbangan dan mendapat banyak masukan sebelum mengganti pimpinan di BGN.

"Saya rasa itu presiden, saya yakin bapak presiden sudah mendapat masukan-masukan," ujar dia.

(*)

Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News  

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

 

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved