Idul Fitri

Rangkaian Agenda Sidang Isbat Penentuan idulfitri 2026 Hari Ini: Dari Paparan Hingga Pengumuman

Kemenag RI dijadwalkan menggelar Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah hari ini, Kamis (19/3/2026), berdasarkan metode (perhitungan astronomi)

Tayang:
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Tribunnews.com/Jeprima
SIDANG ISBAT - Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) menyampaikan hasil sidang isbat penetapan 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta (27/5/2025). Kemenag RI dijadwalkan menggelar Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah hari ini, Kamis (19/3/2026), berdasarkan metode hisab (perhitungan astronomi) 

Mahkamah Agung Arab Saudi menyatakan bahwa bulan suci Ramadan tahun ini digenapkan atau istikmal menjadi 30 hari, dilansir dari Arab News.

Keputusan ini menjadikan Arab Saudi akan merayakan lebaran serentak dengan beberapa negara tetangga di kawasan Timur Tengah. 

Negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Palestina, Irak, Yaman, Bahrain, Lebanon, dan Kuwait juga dilaporkan telah mengambil keputusan serupa untuk memulai perayaan Idulfitri pada hari Jumat besok.

Suasana di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pun kini mulai bersiap menyambut jutaan jamaah yang akan melaksanakan salat Id setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.

Meskipun Arab Saudi sudah mengetok palu, masyarakat di Indonesia masih menanti pengumuman resmi dari Pemerintah melalui Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama hari ini, Kamis, (19/3/2026).

Ada kemungkinan terjadi perbedaan waktu perayaan, mengingat letak geografis dan kriteria visibilitas hilal (MABIMS) yang digunakan di Indonesia sering kali menghasilkan tanggal yang berbeda dengan wilayah Timur Tengah. 

Sejauh ini, baru Muhammadiyah yang telah memastikan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026 melalui metode hitung hisab.

Sementara, Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kemenag memperkirakan Idul Fitri jatuh pada Sabtu (21/3/2026), tetapi ini masih bersifat prediksi dan bisa berubah berdasarkan hasil sidang isbat.

Sidang isbat melibatkan berbagai pihak, mulai dari ahli astronomi, BMKG, BRIN, hingga perwakilan organisasi masyarakat Islam.

Penentuan awal Syawal dilakukan melalui metode hisab dan rukyatul hilal. 

Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria MABIMS, 1 Syawal ditetapkan keesokan harinya. Jika tidak, Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News  

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved