Berita Viral
Stella Christie Sentil DS Alumni LPDP Pamer Anak jadi WNA, Pakai Uang Rakyat Tapi Hina Status WNI
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, Ph.D mengkritik alumni Lembaga
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Moch Krisna
Ringkasan Berita:
- Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, Ph.D, memberikan kritik tajam terhadap sistem seleksi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
- Hal ini merespons polemik alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas (DS), yang viral karena memamerkan paspor WNA anaknya dan memberikan pernyataan yang dianggap meremehkan status WNI.
- Ia menyebut sikap alumni yang mencibir negaranya sendiri setelah dibiayai negara sebagai bentuk kegagalan pendidikan moral.
TRIBUNSUMSEL.COM - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, Ph.D mengkritik alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang viral pamer paspor WNA sang anak.
Dwi Sasetyaningtyas, alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebelumnya mengunggah konten yang menunjukkan paspor Inggris milik anaknya disertai pernyataan, “Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan.”
Menanggapi itu, Wamendiktisaintek Stella mengkritik sistem penyaluran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Stella menilai skema LPDP saat ini tidak tepat sasaran karena hanya berbasis prestasi tanpa mempertimbangkan latar belakang ekonomi.
Sehingga, kata Stella, uang negara justru dinikmati oleh mereka yang secara finansial mampu.
Pernyataan menohok ini disampaikan Stella saat menanggapi polemik alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, yang viral karena menghina status WNI dalam wawancara di acara Hotroom Metro TV bersama Hotman Paris, Rabu (25/2/2026) malam.
Baca juga: Geramnya Hotman Paris Somasi Dwi Sasetyaningtyas, Minta Presiden Cabut Status Kewarganegaraan
Stella menyebut sikap alumni LPDP yang mencibir negaranya sendiri sebagai bentuk kegagalan pendidikan moral terhadap bangsa sejak dini.
Namun, ia juga menyoroti akar masalah pada kebijakan seleksi beasiswa.
Menurutnya, kegaduhan ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk "bercermin" atas penggunaan uang pajak rakyat.
"Beasiswa negara itu harus tepat sasaran. Harus diberikan bagi mereka yang berprestasi dan membutuhkan. Jangan sampai uang negara ini diberikan hanya kepada yang berprestasi, tetapi sebenarnya keluarganya mampu," tegas Profesor lulusan Harvard tersebut, dikutip Wartaktalive.com
Stella mengungkapkan fakta bahwa hingga saat ini, LPDP belum menjadikan latar belakang ekonomi sebagai parameter utama.
| Kasus "Tendangan Kungfu" Berakhir Damai, Rakha Nurkholis Terima Maaf Fadly Alberto, Minta Jaga Emosi |
|
|---|
| Sosok Frendry Dona, Bos Narkoba DPO Bareskrim yang Kendalikan Bisnis Liquid Vape Etomidat |
|
|---|
| Bank BNI Kembalikan Seluruh Dana Gereja Aek Nabara Rp28 M, Suster Natalia: Terima Kasih Presiden |
|
|---|
| Ahmad Sahroni Soroti Tendangan Kungfu Fadly Alberto ke Lawan Berujung Minta Maaf: Pensiun Dini Tepat |
|
|---|
| Profil Rakha Nurkholis, Pemain Dewa United U20 Jadi Korban Tendangan Kungfu Fadly Alberto Hengga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Wakil-Menteri-Pendidikan-Tinggi-Sains-dan-Teknologi-Wamendiktisaintek.jpg)