Berita Nasional

Daftar Menu MBG Ramadan 2026 untuk Bekal Buka Puasa Anak Sekolah, Mulai dari Abon Hingga Telur

Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan skema khusus agar kebutuhan gizi penerima manfaat

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Moch Krisna
Instagram/Tangkapan Layar Badan Gizi Nasional
PEMBAGIAN MBG : Potret pembagian makan bergizi gratis di salah satu sekolah negeri 

Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyesuaikan distribusi makanan di sekolah mayoritas berpuasa dengan menyediakan menu tahan lama untuk dibawa pulang dan disantap saat berbuka.
  • Menu MBG mencakup kurma, telur rebus/asin/pindang, abon, buah, susu, serta penganan lokal yang akrab dengan tradisi Ramadan.
  • Layanan MBG di pesantren digeser ke sore menjelang berbuka, sementara bagi ibu hamil, menyusui, dan balita tetap berjalan normal tanpa perubahan.

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan skema khusus agar kebutuhan gizi penerima manfaat tetap terpenuhi tanpa mengganggu ibadah puasa untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Adapun makanan MBG bagi anak sekolah di wilayah mayoritas berpuasa kini dirancang agar bisa dibawa pulang dan dinikmati saat berbuka.

Hal tersebut disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana di Balai Kota Jakarta dikutip, Selasa (10/2/2026) melansir dari Wartakotalive.com.

“Untuk anak sekolah yang mayoritas di daerah puasa, itu makanannya akan berupa makanan yang tahan lama ya, yang untuk dibawa pulang dan untuk dikonsumsi saat buka,” ujarDadan Hindayana.

BGN memilih jenis makanan yang tak mudah rusak, praktis dibawa, namun tetap memenuhi standar gizi.

Menu yang disiapkan pun terasa akrab di meja berbuka puasa masyarakat Indonesia.

 

MENU MBG -- penampakan menu MBG di SDN 178 Palembang hari ini, Kamis (25/9/2025).
MENU MBG -- penampakan menu MBG di SDN 178 Palembang hari ini, Kamis (25/9/2025). (TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI)

 

“Kita sudah tetapkan lebih banyak terkait dengan contohnya kurma, kemudian telur rebus atau telur asin, telur pindang. Kemudian ada abon, buah, susu, dan penganan-penganan lokal,” jelas Dadan.

Menurutnya, pilihan menu tersebut bukan tanpa alasan. Selain awet, makanan itu sudah menjadi bagian dari tradisi Ramadan.

“Yang saya kira secara tradisional banyak disajikan di bulan Ramadan yang tahan lama,” katanya.

Sementara di lingkungan pesantren, MBG tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja, waktu pendistribusian disesuaikan agar makanan bisa dikonsumsi menjelang waktu berbuka.

“Untuk SPPG yang ada di dalam pesantren dan penerima manfaatnya juga di pesantren, maka pelayanan normal tetapi waktunya digeser ke sore hari menjelang puasa,” tuturnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved