Pendaki Gunung Slamet Ditemukan Tewas
Tangis Pecah Relawan yang Pertama Kali Temukan Syafiq Setelah 17 Hari Hilang: Alhamdulillah
Tim relawan basecamp Dipajaya tak kuasa menahan tangisnya yang pertama kali menemukan jasad Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
“Keberadaan survivor saat ini masih di Pos 9 , di atas pelawangan. Sedangkan tim, saat ini bermacam-macam. Ada yang berada di dekat survivor, ada juga yang stay di Pos 5. Nantinya pergerakan akan disebar di tiap-tiap pos, dengan kekuatan sekitar 10 personel per pos, modelnya estafet,” jelasnya.
Handika melanjutkan, rencana evakuasi akan dimulai dari Pos 5 sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, dengan perkiraan jenazah tiba di bawah pada siang hari, tergantung kondisi cuaca dan medan.
Lebih lanjut, Handika juga menegaskan bahwa secara prosedur, operasi SAR resmi telah ditutup setelah dilaksanakan selama tujuh hari dengan tambahan waktu dua hari sesuai SOP Basarnas.
Setelah itu, kegiatan dialihkan ke tahap pemantauan.
Meski demikian, Basarnas tetap hadir dan memantau pergerakan relawan yang melakukan pencarian tahap dua secara mandiri.
“Sejak awal teman-teman relawan melakukan pencarian mandiri, Basarnas tetap hadir dan stay di sini,” katanya.
Sementara itu, setelah jenazah berhasil dievakuasi, sesuai prosedur yang berlaku, ia mengatakan korban akan menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang.
“Biasanya survivor yang ditemukan pasti ada otopsi dari pihak INAFIS atau kepolisian. Itu memang SOP-nya. Rencananya sesuai koordinasi yang sudah dilakukan, jenazah akan dibawa ke RSI Moga Pemalang," kata Handika.
Diduga Hipotermia
Tim Basarnas Jawa Tengah yang memimpin jalannya evakuasi, Andika membenarkan penemuan jasad pendaki gunung Slamet Syafiq (18) oleh tim relawan di wilayah pos 9 pendakian gunung Slamet atau di kawasan Gunung Malang area Watu Langgar Kabupaten Purbalingga.
"Pendaki bernama Syafiq ditemukan oleh tim relawan dalam kondisi sudah meninggal dunia, dan saat ini tim evakuasi Basarnas dan tim relawan sedang dilakukan," kata Andika di Basecamp Dipajaya, dikutip Kompas.com
Ia menduga, Syafiq mengalami hiportemia atau kedinginan ekstrim. Sebab, saat ditemukan kondisi celana sudah terlepas dari badan pendaki.
Sebuah gejala perilaku abnormal yang sering terjadi pada penderita hipotermia berat (paradoxical undressing).
"Basarnas Jawa Tengah menerjunkan 6 orang dibantu dari pos Wonosobo 4 orang. Lokasi ditemukan tidak jauh dari tempat Himawan teman Syafiq," ungkap Andika.
Diketahui, Himawan (18) dan Syafiq 18 warga Kabupaten Magelang melakukan pendakian gunung Slamet melalui jalur pos Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang dengan ketinggian 3482 Mdpl pada (28/12/2025.
Syafiq Ali dan Himawan adalah siswa SMAN 5 Kota Magelang. Mereka mendaki Gunung Slamet lewat jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Ditemukan Setelah 17 Hari Pencarian
| Jasad Pendaki Syafiq Ali Ditemukan di Balik Bebatuan Gunung Slamet, Prediksi Rival Altaf Tepat |
|
|---|
| Cerita Himawan Awal Mula Berpisah dengan Syafiq Ali di Gunung Slamet Hingga Rekannya Ditemukan Tewas |
|
|---|
| Suara Bergetar, Ayah Syafiq Ali Ikhlaskan Kepergian Putranya: Anak Kami Kembali Walau Terakhir Kali |
|
|---|
| Isak Tangis Keluarga Sambut Jasad Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Tewas Setelah 17 Hari Hilang |
|
|---|
| Pesan Terakhir Syafiq Ali Kepada Ibu Sebelum Ditemukan Tewas di Gunung Slamet: Bun Aku Kesasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Tim-relawan-basecamp-Dipajaya-tak-kuasa-menahan.jpg)