Idul Fitri

Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H untuk Rayakan Lebaran Idul Fitri 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penentuan awal Syawal 1447 Hijriah, pada 19 Maret 2026

Tayang:
Editor: Abu Hurairah
Tribun Sumsel
SIDANG ISBAT LEBARAN - Grafis jadwal Hari Raya Idul Fitri 2026. Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H untuk Rayakan Lebaran Idul Fitri 2026 

TRIBUNSUMSEL.COM -  Umat Muslim mulai bersiap menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026 yang tinggal menghitung hari.

Untuk menetapkan hari raya Idul Fitri, pemerintah akan menggelar sidang isbat atau penentuan 1 Syawal 1447 H yang berlangsung pada akhir Ramadhan. 

Tahun ini, hari raya Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026 akan berpotensi mengalami perbedaan waktu.

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penentuan awal Syawal 1447 Hijriah, pada 19 Maret 2026

Sidang isbat digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang biasanya berlangsung menjelang waktu Maghrib.

Keputusan akhir mengenai awal Syawal akan diumumkan pada malam harinya setelah seluruh proses sidang selesai dilakukan.

Berikut link live streaming Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1447 H:

Pengumuman hasil sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H bakal disiarkan secara langsung oleh Kementerian Agama.

Masyarakat dapat ikut memantau jalannya sidang isbat melalui link live streaming berikut:

  • LINK 1 Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Bimas Islam TV [LINK]
  • LINK 2  Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Youtube Kemenag RI [LINK]

Sidang Libatkan Banyak Pakar dan Lembaga

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag Abu Rokhmad mengatakan persiapan sidang isbat 1 Syawal 1447 H telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Menurut dia, pelaksanaan sidang mengacu pada dua metode utama dalam penentuan awal bulan Hijriah, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal secara langsung).

“Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” ujar Abu Rokhmad, Minggu (1/3/2026), dikutip dari laman resmi bimasislam.kemenag.go.id.

Ia menjelaskan sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur.

Di antaranya pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.

Selain itu, sejumlah instansi terkait juga turut dilibatkan dalam proses penentuan awal Syawal.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved