Berlaku 18-21 Januari 2026, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter yang berlaku 18–21 Januari 2026 di sejumlah perairan Indonesia.

Tayang:
Tribunsumsel.com
ILUSTRASI - BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang mengancam sejumlah wilayah perairan Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter yang berlaku 18–21 Januari 2026 di sejumlah perairan Indonesia dikeluarkan oleh BMKG
  • Dipicu oleh Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina serta bibit siklon 96S dan 97S yang memengaruhi pola angin dengan kecepatan mencapai 30 knot, kondisi ini terjadi.
  • BMKG menegaskan risiko besar terhadap keselamatan transportasi laut, terutama bagi nelayan dengan perahu kecil, kapal tongkang, dan kapal ferry.

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang mengancam sejumlah wilayah perairan Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 

Mulai tanggal 18 hingga 21 Januari 2026 mendatang, peringatan ini berlaku. 

Diminta untuk meningkatkan kewaspadaan guna menghindari risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem para masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sektor kelautan.

Kondisi ini dipicu oleh adanya aktivitas Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina, serta kemunculan Bibit Siklon Tropis 96S di Samudra Hindia selatan Jawa Timur dan Bibit Siklon 97S di pesisir utara Australia.

Wilayah yang terdampak

Fenomena atmosfer ini secara langsung memengaruhi pola angin di wilayah Indonesia, di mana kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda, Laut Arafuru, hingga Samudra Hindia selatan NTT yang mencapai 30 knot.

Di wilayah Indonesia bagian utara, angin terpantau bergerak dominan dari arah Barat Laut hingga Timur Laut.

Sementara itu, di bagian selatan, angin bergerak dari arah Barat Daya ke Barat Laut dengan kecepatan yang cukup signifikan.

Pergerakan massa udara yang kuat inilah yang menjadi motor utama meningkatnya tinggi gelombang di berbagai titik perairan strategis nasional dalam beberapa hari ke depan.

BMKG memprediksi gelombang dengan ketinggian sedang, yakni berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, berpeluang terjadi di wilayah yang sangat luas.

Area tersebut mencakup Laut Jawa bagian tengah dan timur, Selat Makassar, Laut Sulawesi, hingga Laut Flores dan Laut Banda.

Selain itu, perairan di utara Papua dan Samudra Pasifik utara Maluku juga masuk dalam zona waspada gelombang sedang yang dapat mengganggu aktivitas pelayaran kecil.

Kondisi ekstrem

Kondisi yang lebih ekstrem diprediksi terjadi di Samudra Hindia, mulai dari wilayah barat Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, hingga sepanjang selatan Pulau Jawa, Bali, dan NTB.

Di wilayah ini, ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4,0 meter.

Ketinggian serupa juga berpotensi muncul di seluruh area Laut Arafuru, yang menuntut kewaspadaan ekstra bagi kapal-kapal berukuran besar maupun sedang yang melintas.

Ancaman bagi kapal kecil

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved