Hari AIDS Sedunia
Data Terkini Penderita HIV/AIDS di Indonesia, Kemkes Targetkan Mengakhiri Epidemi AIDS pada 2030
Kementerian Kesehatan RI berkomitmen untuk mengeliminasi Human Immunodeficiency Virus (HIV), AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada tahun 2030
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
TRIBUNSUMSEL.COM -- Peringatan Hari AIDS Sedunia setiap tanggal 1 Desember, momentum bagi kita untuk melindungi diri dan mencegah penyebaran virus HIV/AIDS. Indonesia sendiri menargetkan mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030.
Dikutip dari laman kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan RI berkomitmen untuk mengeliminasi Human Immunodeficiency Virus (HIV), yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada tahun 2030.
Edukasi, deteksi dini, dan pengobatan menjadi kunci dalam mencapai target ini, terutama mengingat tingginya beban kasus yang masih dihadapi Indonesia.
Berdasarkan data terbaru 2025 Indonesia menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah orang dengan HIV (ODHIV) dan peringkat ke-9 untuk infeksi baru HIV. Diperkirakan terdapat sekitar 564.000 Orang dengan HIV disingkat ODHIV pada tahun 2025.
Namun baru 63 persen yang mengetahui statusnya. Dari jumlah tersebut, 67 % telah menjalani terapi antiretroviral (ARV), dan hanya 55 % yang mencapai viral load tersupresi artinya virus tidak terdeteksi dan risiko penularan sangat rendah.
Masih dikutip dari laman kemkes.go.id, Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Ina Agustina, menyampaikan bahwa 76 % kasus HIV di Indonesia terkonsentrasi di 11 provinsi prioritas.
11 Provinsi itu adalah: DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Bali, Papua, Papua Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, dan Kepulauan Riau.
Penyebaran kasus HIV secara nasional banyak terjadi di populasi kunci seperti laki-laki seks dengan laki-laki (LSL), waria, pekerja seks perempuan, dan pengguna napza suntik.
"Tapi di Papua, penularan sudah menyebar ke populasi umum, dengan prevalensi mencapai 2,3 % ,” jelas dr. Ina.
Kemenkes terus memperluas akses layanan untuk mencapai target eliminasi HIV dan IMS. Target utama adalah mencapai 95-95-95 pada 2030, yaitu 95 % ODHIV mengetahui statusnya, 95?ri mereka menjalani pengobatan, dan 95?ri yang diobati mencapai supresi virus.
Hingga saat ini, layanan tes HIV tersedia di 514 kabupaten/kota, layanan IMS di 504 kabupaten/kota, dan tes viral load di 192 kabupaten/kota.
Kampanye pencegahan juga terus digalakkan melalui pendekatan “ABCDE”, maksudnya:
A = Abstinence (tidak berhubungan seksual sebelum menikah)
B = Be faithful (setia pada satu pasangan)
C = Condom (penggunaan kondom untuk kelompok berisiko)
tema hari aids sedunia tahun 2025
hari aids sedunia tahun 2025
penyakit hiv aids dapat menular dengan cara
jumlah pengidap hiv aids di indonesia
arti hiv aids adalah
Tribunsumsel.com
Tribunnews.com
ims adalah penyakit apa
penyakit ims itu apa saja
| Sepanjang 2025, Penderita HIV/AIDS di Sumsel Mencapai 907 Orang, di Palembang Terbanyak |
|
|---|
| Peringatan Hari AIDS Sedunia di Sumsel, Janji Solidaritas Stop Stigma & Diskiriminasi terhadap ODHA |
|
|---|
| Sejarah Penetapan Hari AIDS Sedunia yang Diperingati Setiap 1 Desember |
|
|---|
| Apa itu HIV/AIDS, Virus yang Menetap Seumur Hidup Menyerang Imun Tubuh, Kenali Cara Penularannya |
|
|---|
| Tema Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2025 Bersama Hadapi Perubahan Jaga Keberlanjutan Layanan HIV |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Data-jumlah-penderita-HIV-AID-di-Indonesia.jpg)