Seputar Islam

Keutamaan Puasa Sunnah Tarwiyah Bersanding dengan Puasa Arafah Diamalkan Bertepatan 8-9 Dzulhijah

Puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun." (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas

Tayang:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
Tribun Sumsel
PUASA TARWIYAH-ARAFAH -- Ilustrasi menu berbuka, berikut Keutamaan Puasa Sunnah Tarwiyah Bersanding dengan Puasa Arafah Diamalkan Bertepatan 8-9 Dzulhijah. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Selain puasa sunnah Dzulhijjah, di bulan harram di penghujung tahun hijriyah 1447 H ini terdapat keutamaan puasa sunnah lainnya, yaitu Puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.

Puasa tarwiyah adalah puasa yang dikerjakan pada hari ke-8 bulan Dzulhijjah. Tepatnya, sehari sebelum hari wukuf atau dua hari sebelum Idul Adha, atau Hari Nahr.

Sedangkan puasa Arafah adalah puasa yang dikerjakan pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah tepat saat para jemaah calon haji wukuf di Arafah.

Baik puasa Tarwiyah maupun puasa Arafah dapat dilaksanakan umat muslim yang sedang tidak berhaji pada 8-9 Dzulhijah atau menjelang Hari Idul Adha pada 10 Dzulhijjah.

Apa itu Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah? 

Secara bahasa, kata ‘Tarwiyah’ berasal dari kata ‘Rawa-yarwi’ yang artinya menceritakan, meriwayatkan, mengisahkan, mengeluarkan, memancarkan, mengairi, mengantarkan, dan memberi minum.

Secara sejarah, pada malam Tarwiyah menjadi malam di mana Nabi Ibrahim pertama kali mendapatkan mimpi menyembelih putranya, Nabi Ismail.

Seharian beliau bertanya-tanya, apakah mimpi tersebut merupakan perintah yang datang dari Allah atau dari syaitan. Momen mempertanyakan diistilahkan dalam bahasa sebagai ‘Yurawwi’ atau dapat dinamakan Tarwiyah. Puasa Tarwiyah dapat membuat kita mengenang bagaimana perintah kurban turun kepada Nabi Ibrahim.

Terkait dengan nama puasa Tarwiyah seperti dijelaskan Ustadz Ali Amrin al-Qurawy dalam Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa, Ibnu Qudamah, dinamakan hari Tarwiyah karena para jamaah haji membawa bekal air pada hari itu yang disiapkan untuk hari Arafah.

Dengan demikian bila melaksanakan puasa pada 8 dan 9 Dzulhijah berarti melaksanakan puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.

Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah jelang Idul Adha:

[Arab-Latin]

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala

[Artinya]:

Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta'ala

Niat Puasa Sunnah Arafah Jelang Idul Adha

[Arab-Latin:]

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved