Seputar Islam

Doa Ayah atau Ibu yang Lebih Mustajab, Dalil Hadits dan Penjelasan Ustadz Hanan Attaki

Ulasan Doa Ayah atau Ibu yang Lebih Mustajab, Dalil Hadits dan Penjelasan Ustadz Hanan Attaki.

Tayang:
Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
Tribunsumsel.com/Grafis/Vanda Rosetiati Via Canva
DOA MUSTAJAB - Grafis ilustrasi Doa Ayah atau Ibu yang Lebih Mustajab. Jawabannya, silakan simak dalil Hadits dan penjelasan Ustadz Hanan Attaki. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Doa Ayah atau Ibu yang Lebih Mustajab? Dalam kehidupan rumah tangga, sering mendengar pepatah, "Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya." Selama ini sosok Ibu yang paling utama seringkali dibahas.

Ibu yang disebut sampai 3 kali dalam salah satu Hadits Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Jadi pastinya doa Ibu yang paling mustajab?

Pada artikel berikut Tribunsumsel.com menyajikan ulasan sebagai jawaban atas pertanyaan Doa Ayah atau Ibu yang Lebih Mustajab.

Ustadz Hanan Attaki dalam salah satu ceramahnya yang diunggah ulang akun Thread fauziahtahta pada Januari lalu menyampaikan satu hal yang jarang dibahas yakni kekuatan doa seorang ayah. 

"Doa itu dua-duanya (ayah dan ibu) mustajab. Tapi urutannya beda," sampai Ustadz Hanan Attaki.   

Jika untuk berbuat baik maka datangilah ibu lebih dahulu. Untuk meminta doa datangi ayah lebih dahulu. 

Ini bukan soal siapa lebih mulia. Tapi soal bagaimana Allah SWT mengatur jalur doa dan kasih sayang dalam keluarga.

Mengapa jika seseorang meminta doa dianjurkan mendatangi ayah lebih dahulu. Jawabannya adalah karena doa seorang ayah itu tidak ada hijab dengan Allah SWT. 

Dari sosok Ayah yang terlihat banyak diam, jarang mengeluh, berjuang keras untuk keluarganya. Tapi justru dari lisannya, doa-doa yang paling tembus itu lahir. 

"Makanya kalau kamu lagi merintis karier, bingung arah hidup, dan ngerasa berat banget, datanglah ke ayah. Lalu bilang dan mintakan ini 'Ayah, doain aku ya. Kadang satu doa ayah lebih kuat dari seribu strategi yang kita susun," katanya.

Lalu, mengapa kalau berbuat baik justru ke Ibu dulu?

Karena Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menjawab dengan tegas:
"Ibumu. Ibumu. Ibumu. Baru ayahmu."

Hadits lengkapnya sebagai berikut: 

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Artinya: 
"Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, ia berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk aku perlakukan dengan baik?' Nabi menjawab, 'Ibumu.' Ia bertanya lagi, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi menjawab, 'Ibumu.' Ia bertanya lagi, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi menjawab, 'Ibumu.' Ia bertanya lagi, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi menjawab, 'Ayahmu.'" (HR. Bukhari No. 5971 dan Muslim No. 2548)

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved