Idul Fitri
Khutbah Idul Fitri 1447 H/2026 Singkat Sedih dan Menyentuh Hati, Tersedia Link PDF
Naskah khutbah Idulfitri ini memuat pesan-pesan kebaikan serta nasihat spiritual untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa
TRIBUNSUMSEL.COM - Naskah khutbah Idulfitri ini memuat pesan-pesan kebaikan serta nasihat spiritual untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa umat Muslim.
Jemaah dianjurkan untuk mendengarkan khutbah hingga akhir, meskipun hukum mendengarkannya adalah sunnah.
Menjelang Idul Fitri 2026, Kemenag merilis sejumlah khutbah dengan tema yang beragam.
Berikut kumpulan naskah khutbah Idul Fitri 1447 H yang bisa dijadikan referensi untuk penceramah:
1 ."Khutbah Idul Fitri Menyentuh Hati, Menuju Jiwa Yang Suci"
Dilansir dari https://sulsel.kemenag.go.id/, berikut naskah khutbah sholat ied Idul Fitri 1447H/2026 di bawah ini:
Oleh: Saddam Husain Amin, MA
(Mubalig As'adiyah Pusat Sengkang dan Dosen STAIN Majene)
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لا إِلهَ إلا اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَاللهِ الْحَمْدُ
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي وَفَقَنَا الإِثْمَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَأَعَانَنَا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ , وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan خَاتَمُ النَّبِيِّينَ . Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan يَوْ M ِ الدِّينَ أَمَّا بَعْدُ :
فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ ازَ الْمُتَّقُوْنَ وَأَحُسُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ : أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ :
قُلْ يَعِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ج إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Hari ini rasa haru bahagia bercampur satu dalam kesedihan. Rasa bahagia karena datangnya hari kemenangan, namun dilain sisi akan ada rasa sedih atas kepergian bulan Ramadhan.
Bulan yang penuh dengan keberkahan. Rasulullah saw bersabda, “Apabila malam terakhir bulan Ramadhan tiba, maka menangislah langit, bumi, dan para malaikat karena musibah menimpa umat Muhammad saw.”. Rasulullah bertanya, “Musibah apakah itu ya Rasulullah? Nabi saw menjawab, “Perginya bulan Ramadhan, karena di bulan Ramadhan itu semua doa diijabah, semua sedekah diterima, semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan siksa dihentikan.” (Diriwayatkan dari Jabir).
Rasa sedih ini hanya dirasakan oleh orang-orang yang merasakan nikmatnya Ramadhan. Sebuah pepatah mengungkapkan:
مَنْ ذَاقَ حَلَاوَةَ الوِصَالِ ذَاقَ مَرَارَةَ الفِرَاقِ
Artinya: “Siapa yang merasakan manisnya kebersamaan, akan merasakan pahitnya perpisahan.”
Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah, tetes air mata karena rasa sedih menghilangkan rasa Ramadhan, telah bercampur rasa haru bahagia karena telah diberi kesempatan berkumpul bersama keluarga.
Bahagia suka cita karena diberi kesempatan merayakan hari lebaran bersama-sama dengan orang yang terkasih dan yang tercinta.
Dilain sisi pula, ada mata yang menangis sedih, tertunduk sambil mengingat mengingat, dimana sosok yang terkasih pada lebaran-lebaran sebelumnya masih berjabat erat, dan memeluk tubuh dengan hangat namun kini tak lagi bersama dengannya karena telah terlebih dahulu menghadap kepada Tuhan. Terniang dan terekam dengan jelas canda tawa dan kebersamaan dengan sanak saudara, suami, isteri atau anak, dan cucu, namun kini sudah tak lagi.
Rasa sedih yang lebih mendalam dirasakan oleh seorang anak yang merayakan lebaran tanpa sosok ibu bapaknya. Mengalir deras kerinduan saat mengenang terakhir berlebaran bersama, bersuka cita berangkat dengan penuh bahagia, di mana tangan masih bisa berjabat dengan erat dan merasakan pelukan yang penuh dengan kehangatan, memohon dan restu. Tetapi semua hal tersebut hanya menjadi ingatan yang terikat oleh kerinduan yang mendalam. Hanya untaian doa bersama kerinduan, semoga Tuhan mengumpulkan kelak di surganya nanti.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Idul Fitri
Khutbah Idul Fitri
Khutbah Idul Fitri Sedih
Khutbah Idul Fitri Singkat
Lebaran 2026
Idul Fitri 2026
| Selama Periode Lebaran 11-30 Maret 2026, 321.751 Kendaraan Melintasi Tol Kayuagung-Palembang |
|
|---|
| Selama Momen Lebaran Idul Fitri 2026, Bandara SMB II Palembang Layani 193 Ribu Penumpang |
|
|---|
| 5 Contoh Teks Doa Acara Halal Bihalal Lebaran Idul Fitri 2026 yang Berkesan dan Penuh Doa |
|
|---|
| 2 Contoh Kata Sambutan Tuan Rumah Acara Halal Bihalal 2026 dalam Bahasa Sunda, Mengandung Makna |
|
|---|
| KUMPULAN Tema Acara Halal Bihalal 2026 yang Berkesan dan Penuh Makna Sebagai Referensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Materi-Teks-Khutbah-Idul-Fitri-1447-H2026-Bahasa-Sunda-Singkat-Mudah-Dipahami-Ada-PDF.jpg)