Idul Fitri

Malam Takbiran Idulfitri 2026 Mulai Jam Berapa? Catat Jadwal dan Keutamaannya

Pada malam takbiran, umat Islam mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT

Editor: Abu Hurairah
Tribunsumsel.com
ILUSTRASI MALAM TAKBIRAN - Grafis teks malam takbiran dan beduk. Malam Takbiran Idulfitri 2026 Mulai Jam Berapa? Catat Jadwal dan Keutamaannya 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pemerintah telah mengumumkan secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Idul Fitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan itu disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, setelah sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama pada Kamis (19/3/2026).

Dengan penetapan tersebut, malam lebaran Idul Fitri jatuh pada Jumat (20/3/2026) malam ini.

Pada malam takbiran, umat Islam mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Suara takbir berkumandang dari masjid, musala, hingga rumah-rumah, menciptakan suasana penuh kebahagiaan dan haru menyambut datangnya hari kemenangan.

Di berbagai daerah di Indonesia, malam takbiran juga diramaikan dengan tradisi takbir keliling, di mana masyarakat berkeliling kampung sambil membawa obor, bedug, atau lampion. 

Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk syiar Islam, tetapi juga mempererat kebersamaan dan kegembiraan warga dalam menyambut Idul Fitri.

Malam Takbiran Idulfitri 2026 Mulai Jam Berapa?

Takbiran pada malam Idul Fitri dimulai sejak terbenamnya matahari pada akhir Ramadhan hingga sebelum pelaksanaan shalat Id. 

Hal ini sesuai dengan pendapat Imam Syafi'i dan Ahmad yang menyatakan bahwa takbir dapat dimulai sejak matahari hari terakhir Ramadan telah tenggelam, sehingga takbir sudah dapat dikumandangkan di malam hari raya. 

Ini berarti setelah berbuka puasa, menunaikan sholat maghrib atau sekitar pukul 18.20 WIB, kita dapat memulai mengumandangkan takbir.

Mengenai waktu pelaksanaan takbir, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Imam Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa takbir dapat dimulai sejak terbenamnya matahari pada hari terakhir Ramadan, sehingga dianjurkan mengumandangkan takbir di malam hari raya. Sementara itu, Imam Malik dan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa takbir dimulai saat keluar menuju tempat salat Id.

Secara umum, mengumandangkan takbir pada waktu-waktu yang telah ditetapkan dalam syariat, seperti malam Idul Fitri dan Idul Adha, adalah sunnah yang dianjurkan.

Namun, mengumandangkan takbir di luar waktu tersebut, terutama jika dapat menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat, sebaiknya dihindari.

Hukum Takbiran di Malam Hari Raya Idul Fitri

Anjuran untuk bertakbir pada malam Idul Fitri didasarkan pada firman Allah SWT dalam potongan ayat Al Quran di surat Al-Baqarah ayat 185, yang berbunyi

وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved