Idul Fitri

6 Teks Khutbah Idul Fitri 1447 H/2026 Beserta Judulnya, Tersedia Link PDF

Naskah khutbah Idulfitri 2026 ini memuat pesan-pesan kebaikan serta nasihat spiritual untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa umat Muslim.

Tayang:
Editor: Abu Hurairah
Tribun Sumsel/Open AI
KHUTBAH IDUL FITRI - Ilustrasi khutbah di atas mimbar hasil buatan Open AI. Inilah 6 Teks Khutbah Idul Fitri 1447 H/2026 Beserta Judulnya, Tersedia Link PDF 

Artinya: barang siapa puasa Romadhan karena iman dan penuh perhitungan maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR.Bukhari)

Kedua: membayar zakat fitrah.

Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi kaum muslimin di akhir romadhan dan  juga berfungsi untuk membersihkan orang-orang yang berpuasa dari segala hal yang dapat merusak amalan Romadhan, serta dapat membantu para fakir-miskin. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.

"وَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: (فَرَضَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ اَلْفِطْرِ؛ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اَللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ اَلصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ اَلصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ اَلصَّدَقَاتِ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ، وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ))"

Artinya : dari Ibnu Abbas ia berkata : Rasulullah SAW.telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan bagi orang yang berpuasa dari pebuatan yang sia-sia dan perkataan yang kotor, dan untuk memberi makan fakir-miskin dan barang siapa melaksanakannya sebelum shalat Idul Fitri maka itulah zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat Idul Fitri maka merupakan shaqah biasa.(HR.Abu Daud dan Ibnu Majah)  

ALLAHU AKBAR  3 X…. WALILLAHIL HAMD.

Hadhirin jemaah  Idul Fitri Rahimakumullah.

Setelah menunaikan  puasa dan zakat fitrah sesuai dengan tuntunan yang telah ditetapkan, maka berarti kita sudah memenuhi sebagian persyaratan untuk menyemai kebaikan serta keberkahan.

Ketiga yaitu saling maaf-memaafkan.

Setelah berakhir puasa Romadhan dan ditutup dengan zakat fitrah maka insya’Allah semua dosa kita dapat diampuni oleh Allah, sehingga kita kembali bersih laksana bayi yang baru lahir dan kertas yang belum kena tinta. Tetapi dosa terhadap sesama manusia Allah tidak akan mengampuni sebelum diantara keduanya saling maaf-memaafkan. Walaupun saling maaf-memaafkan tidak harus menunggu akhir ramadhan, kapan saja saja bila kita bersalah wajib saling maaf-memaafkan.

Timbul pertanyaan,  kepada siapa kita harus saling maaf-memaafkan ?

Pertama Kepada suami-Istri.

Setelah berakhir bulan ramadhan tidak menutup kemungkinan banyak kesalahan antara suami-istri, maka tidak ada jalan lain kecuali kita saling maaf memaafkan, atas semua kesalahan yang pernah kita lakukan, baik disengaja maupun tidak sengaja.

Kedua Kepada kedua ibu bapak.

Mari kita sambut kedua tangan ibu-bapak kita, seraya kita bersimpuh dihadapannya mohon maaf lahir dan bathin atas semua kesalahan  yang pernah kita lakukan selama ini terhadap orang tua kita. Jangan kita berbangga dengan kehebatan dan kesuksesan kita, karena kesuksesan kita tidak lepas dari doa dan ridho kedua orang tua  kita. Ingatlah dari mana kita dilahirkan dan di besarkan. Kehidupan kita tidak akan pernah mendapat ridho dari Allah jika gerak dan langkah kita tidak diridhoi oleh orang tua kita. Karena ridha Allah tergantung kepada ridha kedua ibu-bapak kita. Sebagaimana  sabda Rasulullah SAW.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved