Bulan Ramadan
Hadits Keistimewaan Puasa Ramadhan Dibanding Ibadah yang Lain, Allah Beri Ganjaran Langsung
Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab ia hanyalah untukku dan Aku yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
TRIBUNSUMSEL.COM -- Puasa Ramadhan memiliki kekhususan atau keutamaan spesial dibanding ibadah yang lain.
Hal ini seperti diterangkan dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan langsung oleh Nabi shallallahu’alaihi wasallam dari Rabb-nya.
Simak artikel-artikel Bulan Ramadan lainnya, di sini.
Rasulullah SAW bersabda bahwa, Allah berfirman:
Teks Arab:
« كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به » [رواه الإمام البخاري في صحيحه ج2 ص226 من حديث أبي هريرة رضي الله عنه].
Latin Arab:
"Kullu 'amalin ibni Adam lahu illa ash-shiyamu fainnahu lii wa anaa ajzii bih" [Rawaahu al-Imam al-Bukhari fi Sahiihih j2 p226 min hadith Abi Hurairah radiyallahu 'anhu].
Artinya: :
“Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab ia hanyalah untukku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung ”. (HR Bukhari dalam Shahihnya: 7/226 dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu’anhu).
Ini merupakan hadits yang mengandung fadhilah puasa dan keistimewaannya dibandingkan dengan ibadah lainnya, dan bahwa Allah ta’ala telah mengkhususkan ibadah puasa ini untuk-Nya.
Dikutip dari wahdah islamiyah yang diterjemahkan dari fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzhahullah yang dimuat di www.almoslim.net, Para ulama telah memberikan penjelasan makna redaksi hadits
“Ia hanyalah untukku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran pada-Nya secara langsung ” dengan beberapa makna.
Makna Pertama
Bahwa semua amalan anak adam bisa dijadikan sebagai tebusan atas qishash/pembayaran kezalimannya antara dia dengan orang-orang yang ia zalimi.
Bila ia memiliki sifat zalim, maka orang-orang yang ia zalimi akan menuntut dia dihari kiamat kelak dengan mengambil beberapa amalan kebaikan/pahalanya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis lain, dimana seseorang pada hari kiamat kelak datang dengan membawa pahala amalan-amalan shalih laksana gunung.
Akan tetapi ketika di dunia ternyata telah mencela orang lain, atau memukulnya, atau memakan harta orang lain secara zalim, sehingga pahala-pahalanya tersebut diambil darinya, dan diberikan pada orang-orang yang ia zalimi, hingga bila pahalanya telah habis dibagi-bagi.
Maka dosa-dosa orang-orang yang ia zalimi yang belum mendapat bagian pahalanya, dipindahkan padanya, lalu ia dijerumuskan kedalam neraka. (lihat: Shahih Imam Muslim: 4/1997 dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu’anhu).
Semua pahala amalan tersebut bisa dijadikan tebusan kecuali puasa, pahalanya tidak bisa diserahkan kepada orang-orang yang dizalimi, sebab Allah sendirilah yang menabungnya bagi orang yang berpuasa, dan memberikan ganjarannya padanya, dan ini sesuai dengan redaksi hadis dalam riwayat lain:
« كل عمل ابن آدم له كفارة إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به »
Artinya: “Semua amalan anak adam bisa dijadikan tebusan (bagi orang-orang ia zalimi), kecuali puasa, karena ia adalah untuk-Ku, dan Aku sendirilah yang akan memberikan ganjaran untuknya”.
Makna Kedua
Puasa merupakan amalan batin yang hakikatnya tidak diketahui kecuali Allah ta’ala, dan orang yang melakukannya sendiri, sebab ia merupakan ibadah yang berbentuk niat dalam hati, berbeda dengan semua amalan lainnya, yang bisa dilihat dan nampak oleh mata orang lain.
Adapun puasa, maka ia lebih pada amalan yang bersifat rahasia antara hamba dan Rabb-nya, sebab itu dalam riwayat lain disebutkan:
« الصوم لي وأنا أجزي به ، إنه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي »
Artinya: “Puasa hanyalah untuk-Ku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung, sebab ia telah meninggalkan hawa nafsu, makan, dan minumnya karena-Ku”.
Tentunya meninggalkan hawa nafsu, dan makan semata-mata karena Allah, merupakan amalan batin, dan niat yang tersembunyi, tidak diketahui kecuali oleh Allah ta’ala.
Ini berbeda dengan sedekah, shalat, haji, dan amalan-amalan lahir lainnya, sebab amalan-amalan ini bisa dilihat oleh orang lain, sementara puasa tidak bisa dilihat oleh seorangpun karena hakikat puasa tidak hanya sebatas meninggalkan makan dan minum atau semua jenis pembatal puasa, namun lebih dari itu ialah harus benar-benar ikhlas dan sungguh-sungguh, dan ini tentunya tidak bisa diketahui kecuali Allah Azza wa Jalla.
Sebab itu, redaksi hadis : “sebab ia telah meninggalkan hawa nafsu, makan, dan minumnya karena-Ku” merupakan penjelasan dari hadis: “puasa hanyalah untuk-Ku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran pada-Nya secara langsung”.
Makna Ketiga
Diantara ulama ada yang mengatakan bahwa makna hadis : “puasa hanyalah untuk-Ku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran pada-Nya secara langsung“ yaitu puasa tidaklah dimasuki oleh dosa kesyirikan.
Sebagaimana halnya amalan lain yang bisa saja dimasuki kesyirikan, dan dipersembahkan kepada selain Allah seperti nadzar, menyembelih hewan, dan jenis ibadah lainnya seperti doa, rasa takut, raja (harapan), yang mana kaum musyrikin seringkali beribadah pada tuhan sesembahan mereka selain Allah dengan ibadah-ibadah seperti ini, kecuali puasa.
Tidak ada satu kaum musyrikpun yang menyatakan bahwa ia berpuasa untuk berhala, dan tuhan-tuhan sesembahan mereka selain Allah, sebab puasa merupakan ibadah khusus untuk Allah ta’ala.
Itulah Hadits Keistimewaan Puasa Ramadhan Dibanding Ibadah yang Lain, Allah Beri Ganjaran Langsung. (lis/berbagai sumber)
Baca juga: Contoh Narasi Poster, Spanduk, Flyer Digital & Hashtag Menyambut Bulan Ramadhan 1447 H untuk Medsos
Baca juga: OPINI - Menambal Celah Ketahanan Pangan Kota Palembang Melalui Solidaritas Mikro
Baca juga: Lirik dan Arti Lagu Ramadhan Ya Nurul Hilal, Dipopulerkan Maher Zein, Wahai Cahaya Hilal Kemarilah
Baca juga: Hadits Sebaik-baik Manusia adalah yang Paling Bermanfaat Bagi Manusia Lain, Tulisan Arabnya
Kumpulan Hadits Tentang bulan Ramadhan
hadits tentang bulan ramadhan
hadits tentang puasa ramadhan
Puasa Ramadhan 2026
Puasa Ramadhan 1447 H/2026
Hadits Keistimewaan Puasa Ramadhan Dibanding Ibada
Tribunsumsel.com
Tribunnews.com
Hadits Setiap amalan manusia adalah untuknya kecua
keistimewaan puasa dalam hadits
Puasa hanyalah untuk-Ku dan Akulah yang akan membe
makna hadits puasa hanyalah untukKu
| Dari Balik Jeruji Besi, Sebulan Penuh Warga Binaan Lapas Sekayu Raih Berkah Khataman Al Quran |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadhan dan Doa 1 Syawal 1447 Hijriah Sesuai Ajaran Rasulullah SAW |
|
|---|
| 50 Kata-Kata Mutiara Jumat Terakhir Ramadhan 2026, Bikin Nangis dan Menyentuh Hati untuk Caption |
|
|---|
| Materi Khutbah Jumat Akhir Ramadhan 1447 H/2026, Khidmat dan Penuh Makna untuk Refleksi Diri |
|
|---|
| Niat Zakat Fitrah untuk Keluarga: Teks Arab, Latin, Arti, dan Batas Waktunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Ilustrasi-puasa-ramadhan-feb-26.jpg)