Arti Kata Bahasa Arab

Pengertian Nafsu Syahwat, Mengendalikan Nafsu Adalah Wajib, Ada Lima Cara yang Bisa Dilakukan

Nafsu syahwat yang tidak terkendali, di situlah terdapat peran iblis setan yang mendorong manusia memperturutkan hawa nafsu.

Tayang:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
Tribunsumsel.com
MENGENDALIKAN NAFSU -- Ilustrasi berdoa, salah satu cara mengendalikan nafsu. 

TRIBUNSUMSEL.COM  — Kata Nafsu Syahwat berasal dari bahasa Arab. Terdiri dari kata nafsu dan syahwat.

Kata Nafsu (النفس) asal katanya  an-nafs memiliki arti jiwa, ruh, diri sendiri, hasrat, atau kehendak.

Simak artikel-artikel Arti Kata Bahasa Arab lainnya, di sini.

Kata Syahwat (الشهوة) asal katanya asy-syahwah memiliki arti keinginan kuat untuk mendapatkan sesuatu yang lezat atau menyenangkan, kecenderungan jiwa terhadap apa yang diinginkan.

Nafsu Syahwat diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai hawa nafsu.

Nafsu syahwat atau hawa nafsu artinya adalah merujuk pada dorongan atau keinginan kuat dalam diri manusia untuk mendapatkan kesenangan, baik seksual maupun hal lain seperti harta, makanan, atau tidur, dengan makna dasar jiwa, ruh, hasrat, atau kehendak.

Dalam islam, manusia memang tidak lepas dari nafsu. Jadi wajar bila setiap orang memiliki hawa nafsu, berbeda dengan malaikat.

Nafsu syahwat yang tidak terkendali, di situlah terdapat peran iblis dan setan yang mendorong manusia memperturutkan hawa nafsu.

Hawa nafsu atau nafsu syahwat yang menentukan manusia nantinya. Ada dua pilihan, hawa nafsu yang dikendalikan atau hawa nafsu yang diperturutkan hingga menjerumuskan dirinya sendiri.

Ya, nafsu syahwat bisa menjerumuskannya pada lubang kemaksiatan, khususnya perbuatan zina.

Bahkan, yang sudah menikah pun tak bisa dipastikan dapat terhindar darinya. Karena setan, selalu datang menggoda, agar seorang suami tertarik pada wanita lain, selain istrinya.

Inilah godaan yang sudah sepantasnya kita hindari sebab akan dapat menimbulkan bahaya bagi diri sendiri atapun orang lain.

 

Berikut Cara Mengendalikan Hawa Nafsu

Pertama, quwwatul iman. 

Dikutip dari laman islampos.com, Sesungguhnya iman kepada Allah merupakan benteng untuk melawan segala sesuatu yang berbau haram dan kemaksiatan. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved