Seputar Islam
8 Amalan yang Pahalanya Sampai kepada Mayit Sesuai Hadits Shahih
Ada amalan-amalan yang masih bisa terus mengalir, termasuk juga amalan yang dilaksanakan istri, suami, anak atau keluarga atau ahli warisnya
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas memberi saran, “Berhajilah untuk dirimu dahulu, barulah berhaji atas nama Syubrumah.” (HR. Abu Daud, no. 1811. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Syaikh Al-Albani berbeda penilaiannya, beliau menyatakan hadits ini shahih)
Para ulama berkata bahwa hukum badal umrah sama dengan hukum badal haji.
Poin Keempat: Menunaikan qodho’ puasa si mayit
Pembahasan ini telah kami jelaskan pada tulisan kami yang berjudul “Permasalahan Qodho’ Ramadhan”. Pendapat yang mengatakan bahwa qodho’ puasa bermanfaat bagi si mayit dipilih oleh Abu Tsaur, Imam Ahmad, Imam Asy Syafi’i, pendapat yang dipilih oleh An Nawawi, pendapat pakar hadits dan pendapat Ibnu Hazm.
Dalil dari pendapat ini adalah hadits ‘Aisyah,
مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki kewajiban puasa, maka ahli warisnya yang nanti akan mempuasakannya. ” Yang dimaksud “waliyyuhu” adalah ahli waris
Poin Kelima: Siapa saja yang melunasi utang si mayit
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan seorang mayit yang masih memiliki utang, kemudian beliau bertanya, “Apakah orang ini memiliki uang untuk melunasi hutangnya?” Jika diberitahu bahwa dia bisa melunasinya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menyolatkannya. Namun jika tidak, maka beliau pun memerintahkan, “Kalian shalatkan aja orang ini.”
Tatkala Allah memenangkan bagi beliau beberapa peperangan, beliau bersabda,
أَنَا أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ فَمَنْ تُوُفِّىَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ فَعَلَىَّ قَضَاؤُهُ وَمَنْ تَرَكَ مَالاً فَهُوَ لِوَرَثَتِهِ
“Aku lebih pantas bagi orang-orang beriman dari diri mereka sendiri. Barangsiapa yang mati, namun masih meninggalkan utang, maka aku lah yang akan melunasinya. Sedangkan barangsiapa yang mati dan meninggalkan harta, maka itu untuk ahli warisnya.”
Hadits ini menunjukkan bahwa pelunasan utang si mayit dapat bermanfaat bagi dirinya.
Sedangkan apakah pelunasan utang si mayit di sini wajib ataukah tidak, di sini ada dua pendapat di kalangan ulama Syafi’iyyah. Sebagian ulama mengatakan bahwa wajib dilunasi dari baitul maal. Sebagian lagi mengatakan tidak wajib.
Amalan yang Pahalanya Sampai kepada Mayit
Amalan yang Sampai kepada Mayit
Tribunsumsel.com
Tribunnews.com
Amalan yang Sampai kepada orang yang sudah meningg
| Niat Sholat Sunah Jumat Sesudah Adzan Jumat Lengkap Latin, Arab dan Artinya |
|
|---|
| Hadits Sebaik-baik Perhiasan Dunia Wanita Saleha, Addunya Mata Wa Khoiru Mataiha Al Maratus Sholihah |
|
|---|
| Azab Bagi Pelaku Pelecehan hingga Rudapaksa terhadap Perempuan, Tausiah Buya Yahya : Orang Zalim |
|
|---|
| Hadis Khiyarukum Khiyarukum Linisaihim Sebaik-baiknya Kalian adalah yang Paling Baik kepada Istrinya |
|
|---|
| Pengertian Hadis Maqbul dan Mardud, Pembagian Hadis Berdasarkan Diterima atau Tidaknya sebagai Dalil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Bacaan-Doa-untuk-Orang-Tua-yang-Sudah-Meninggal-Dunia-Bisa-Diamalkan-Saat-Hari-Ibu-22-Desember-2025.jpg)