Arti Kata Bahasa Arab

Arti Tabaruk, Tabarukan dalam Islam,  Ada Dua Macam, Tabaruk yang Diperbolehkan dan Haram Dilakukan

Contoh contoh tabarruk yang dilarang adalah, Tabarruk pada Nabi lewat makamnya setelah wafat, seperti meminta berkah dan syafa’at di sisi makamnya

Tayang:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
/www.canva.com/s/templates
ARTI TABARUK -- Ilustrasi orang mengharap berkah Allah, berikut arti Tabaruk, Tabarukan dalam Islam. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Tabaruk, tabarruk atau tabarukan berasal dari bahasa Arab. Tabaruk (التبرك)  artinya mengambil berkah dari sesuatu. 

Tabarruk berasal dari kata bahasa Arab “barakah” atau “berkah" yang memiliki banyak pengertian dalam segi Bahasa.

Simak artikel-artikel Arti Kata Bahasa Arab lainnya, di sini.

Tabarukan dapat berarti praktik mencari dan mengharap berkah atau kebaikan dari Allah SWT melalui perantara.

Berkah sendiri secara Bahasa, memiliki makna tumbuh atau bertambah, dan secara istilah yakni kebaikan yang Allah  letakkan pada sesuatu. 

Dikutip dari jurnal.itbsemarang.ac.id Tabarruk dibagi menjadi dua, yaitu :

1) Tabarruk yang diperbolehkan

Contoh khusus tabarruk yang diperbolehkan adalah tabarruk dari air zam zam.

Dalam sebuah hadits shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut air zam-zam, “Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.” (HR. Muslim no. 4520)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Air zam-zam sesuai keinginan ketika meminumnya.” (HR. Ibnu Majah no. 3062 dan Ahmad
3: 357).

Contoh lain dari tabarruk yang diperbolehkan meminta berkah melalui perantara orang-orang  saleh.

Adapun dalil dari keberkahan orang orang saleh yaitu, Di antara keberkahan orang saleh adalah karena keistiqomahan agamanya.

 Karena istiqomahnya ini, dia akan memperoleh keberkahan di dunia yaitu tidak akan sesat dan keberkahan di akhirat yaitu tidak akan sengsara. Allah Ta’ala berfirman,

“Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thoha: 123).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved